Sambut IMF-World Bank, ITDC Latih Paguyuban Pedagang Pantai Kawasan Nusa Dua

0
Sambut IMF-World Bank, ITDC Latih Paguyuban Pedagang Pantai Kawasan Nusa Dua
Foto : Sambut IMF-World Bank, ITDC Latih Paguyuban Pedagang Pantai Kawasan Nusa Dua.

Buletin Dewata, Badung.

Meningkatkan kemampuan pelayanan para pedagang dalam menyambut para wisatawan dan delegasi Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 pada bulan Oktober di Nusa Dua, anggota paguyuban pedagang pantai di kawasan Nusa Dua mendapat pelatihan paguyuban peningkatan hospitality dan excellent service dari pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), di Wantilan Kantor setempat, Kamis (27/9).

Selama dua hari mulai 27-28 September, pelatihan diberikan kepada 8 paguyuban pedagang yang beranggotakan sekitar 482 orang terdiri dari tukang pijat di pantai, manicure, pedicure, sewa jukung/perahu tradisional dan berbagai atraksi pantai. Delapan paguyuban tersebut diantaranya Merta Segara yang berlokasi di Pantai Ayodya, KUD Mertha Segara di Pantai Samuh, KUD Yasa Segara di Pantai Bengiat, Sekar Sari (Pantai Melia), Paguyuban Peninsula (Pantai Grand Hyatt), Sekar Nusa Dua (Pantai Golf), Sekar Jepun (Pantai Sofitel/Nusa Dua Beach dan Paguyuban Sekar Sandat (Pantai Club Med).

Managing Director Kawasan Nusa Dua, I Wayan Karioka mengatakan pelayanan yang diberikan oleh paguyuban menjadi salah satu faktor wisatawan mempertimbangkan lama tinggal maupun datang kembali (repeater). “Paguyuban pedagang ini yang nantinya lebih banyak berinteraksi dengan wisatawan khusus IMF maupun wisatawan umum. Untuk itu pelayanan dari paguyuban ini bisa sebagai pemicu kenaikan okupansi dan length of stay yang diperpanjang hingga 3-4 hari dan peningkatan kedatangan wisatawan repeater ke Nusa Dua dan Bali umumnya,” ujarnya.

Diterangkan, kedatangan wisatawan repeater tersebut sangat penting. Hal ini akan menunjukkan Pulau Bali sebagai destinasi wisata internasional tidak membosankan untuk dikunjungi karena pelayanan yang diberikan oleh pelaku pariwisata baik itu dari paguyuban mendapatkan kesan positif dimata turis. “Adanya repeater ini karena atraksi wisata yang disajikan dan keramahan, juga pelayanan yang excellent makanya banyak wisatawan repeater di Nusa Dua. Bahkan ada yang sudah pernah datang ke Nusa Dua hingga 4 kali lebih dan 40 kali dari setelah menikah hingga punya cucu. Mereka datang lagi bersama keluarganya,” beber Karioka.

Diakui Karioka, dari jumlah delegasi IMF yang akan hadir meramaikan industri pariwisata Bali ini melebihi saat sidang-sidang sebelumnya.”Begitu antusiasnya para delegasi ini untuk datang ke Bali. Maka dari itu kita dan juga paguyuban harus memberikan kesan dan pelayanan yang terbaik,” katanya kepada puluhan anggota paguyuban di Nusa Dua.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra yang ditemui usai acara pembukaan pelatihan menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh potensi wisata di Kabupaten Badung agar nantinya bisa dikunjungi oleh para delegasi IMF. “Mulai dari wisata pantai, budaya dan pertanian serta desa wisata kita siapkan untuk delegasi pertemuan sidang Bank Dunia,” terangnya.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here