Palowan Hidroponik Daya Tarik Wisata Baru di Desa Sambangan Buleleng

Palowan Hidroponik Daya Tarik Wisata Baru di Desa Sambangan Buleleng
Foto : Wisata Palowan Hidroponik di Desa Sambangan, Buleleng.

Buletin Dewata, Buleleng.

Desa sambangan yang berlokasi di kecamatan Sukasada, Buleleng kini memiliki salah satu Daya Tarik Wisata, yang layak untuk dikunjungi. Tempat tersebut bernama Palowan Hidroponik berupa agro wisata persawahan di daerah yang berhawa sejuk itu. Selain pemandangan alamnya, para pengunjung dapat menikmati layanan memetik sayur dan buah segar, diolah dan langsung diniknati ditempat.

Pemilik lahan DTW Palowan I Nyoman Darmada menjelaskan nama Palowan diambil dari nama lokasi yang berada pada posisi lembah. Di lokasi seluas 7 are yang dirintis sejak setahun lalu, terdapat beberapa tempat yang menarik diantaranya rumah hidroponik serta beberapa rumah- rumah kayu, atau rumah hobbit. Selain itu, Palowan juga dikembangkan sebagai wisata spiritual mengingat adanya sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

“Terdapat satu sumber mata air bahkan dikeramatkan karena diyakini memiliki daya magis tersendiri. Palowan ini juga dikembangkan sebagai wisata spiritual mengingat di sekelilingnya masih kental dengan suasana magis,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, berkembangnya DTW Palowan hidroponik merupakan salah satu penunjang pariwisata di Buleleng. “Sebagaimana tupoksi Dinas Pariwisata bagaimana mendatangkan wisatawan, bagaimana tamu yang berkunjung lebih lama dengan menyuguhkan atraksi. Dari sisi amenity sudah tersedia beberapa villa terdekat sedangkan aksesibilitas jalan sudah dihotmik. Memasuki tahun 2020 pengelola telah mencanangkan tarif retribusi sebesar Rp 10 ribu,” terangnya.

Sementara, Kadis Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumiarta mengatakan dalam mendukung penerapan Pergub Bali tentang pemanfaatan buah lokal,pihaknya pun sangat membantu kelompok petani mengelola tanaman hydroponik dengan menghadirkan para pelatih (mentor) ke desa Sambangan. Kedepan, pihaknya pun berupaya menjadikan Desa Sambangan sebagai Kampung Hydroponic. “Dengan demikian jika masyarakat ingin belajar hydroponik maka mereka akan berlajar ke Sambangan,” tuturnya.

Ditambahkan, saat ini terdapat sekitar 14 kelompok petani hydroponic meliputi petani hydropinik mentimun, kangkung, salad dan lain sebagainya. Kedepannya, Dinas Pertanian Buleleng pun akan berupaya menjadikan Desa Sambangan sebagai pilot project untuk pertanian beras merah yang terletak di Subak Cengana dan Subak Muara.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *