Pantai Suluban di Bukit Pecatu, Suguhkan Spot Surfing Terbaik 

Pantai Suluban di Bukit Pecatu, Suguhkan Spot Surfing Terbaik 

Buletin Dewata, Badung.

Pantai Suluban yang berlokasi di Bukit Pecatu, Kabupaten Badung ini cukup unik karena memiliki tebing sebagai spot foto. Pengunjung pun akan memerlukan sedikit perjuangan untuk mencapai pantai ini. Pantai Suluban sejak dulu sudah dikunjungi wisatawan asing dan domestik.

Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Sura Pradnyana beberapa waktu lalu mengaku sengaja datang ke Pantai Suluban karena melihat postingan tentang pantai ini di media sosial. “Saya sengaja datang ke Pantai Suluban karena benar-benar tertarik dengan panorama yang disuguhkan oleh Pantai Suluban ini,” ucapnya.

Saat menuju Pantai Suluban dia memerlukan sedikit perjuangan dengan cara menuruni tangga sekitar 200 meter. Dari areal parkir, wisatawan harus berjalan kaki menuruni anak tangga yang sudah permanen.

Selama melakukan perjalanan menuruni anak tangga ini, wisatawan tidak perlu khawatir karena anak tangga sudah dilengkapi dengan pegangan dari besi. “Sehingga bisa turun dengan aman dan nyaman,” ucap Sura.

Setelah berjalan kaki dan menuruni anak tangga, pengunjung tidak bisa langsung melihat pantai, karena sesampainya di bawah akan disambut pemandangan tebing yang tinggi. Sehingga membuat pengunjung berada di dalam satu ruangan tertutup.

Kata dia, agar melihat pantai, pengunjung harus melewati celah sempit diantara dua tebing karang. Setelah melewati celah ini, pengunjung langsung disambut dengan hamparan pasir putih di bibir pantai dan air laut berwarna biru jernih yang memanjakan mata.

Kondisi ombak di Pantai Suluban cukup besar sehingga banyak wisatawan asing yang melakukan surfing di pantai ini. Selain itu, warna air di Pantai Suluban cukup unik yakni dengan 2 warna. Bagian dangkal berwarna kehijauan sedangkan di bagian yang dalan berwarna biru tua.

Hal ini menurut dia menjadi daya tarik dari Pantai Suluban selain itu juga sisa bangkai kapal yang berada di sisi kiri bibir pantai. “Sisa bekas kapal laut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Karena banyak yang menggunakan sisa bangkai kapal ini sebagai latar foto, termasuk saya,” terang Sura.

Saat pasang, air laut akan masuk ke dalam celah-celah tebing karang, sehingga menutup akses ke bibir pantai. Bahkan deburan ombak juga sangat kuat, sehingga bisa membahayakan pengunjung.

Salah seorang pemandu wisata, Eka menjelaskan, selancar adalah salah satu aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini selain foto-foto dengan latarbelakang tebing karang yang megah dan sisa bangkai kapal yang terbakar.

“Aktivitas selancar memang banyak dilakukan oleh wisatawan asing yang datang ke Bali, selain karena ombak yang mendukung, Pantai Suluban pun menjadi salah satu spot surfing terbaik di Bali,” paparnya.(wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *