Hutan Pinus Glagah Linggah Kintamani, Puaskan Hasrat Penggemar Foto Selfie

Hutan Pinus Glagah Linggah Kintamani, Puaskan Hasrat Penggemar Foto Selfie

Buleti Dewata, Bangli.

Selain Danau Batur dan Desa Trunyan, Kabupaten Bangli memiliki destinasi spot narsis serta prewedding yaitu Hutan Pinus Kintamani. Destinasi wisata ini tidak kalah ramai dikunjungi oleh wisatawan asing maupun lokal yang datang ke kabupaten berudara sejuk itu.

Kawasan Hutan Pinus Glagah Linggah Lestari menjadi salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun di kalangan pelancong yang datang ke Pulau Bali. Sebab, kawasan wisata ini menawarkan spot wisata yang berbeda jika dibandingkan dengan destinasi wisata yang sudah ada.

Destinasi yang berlokasi di Desa Glagah Linggah atau di pinggir Jalan Raya Utama Desa Manikliyu – Kintamani, sangat mudah diakses baik itu dari Kintamani maupun dari Denpasar atau jalan alternatif ke arah Desa Buahan Payangan, Gianyar. Salah seorang mahasiwa asal Jakarta, Narapriyaka beberapa waktu lalu saat berkunjung ke hutan pinus tersebut mengaku penasaran untuk melihat secara langsung suasana hutan pinus.

“Awalnya melihat postingan di media sosial. Jadi saya sengaja datang untuk melihat seperti apa hutan pinus di Kintamani,” ucapnya.

Menurut dia, hutan pinus ini masih sangat alami dengan pohon pinus yang sudah tua. Meskipun cukup dikenal, fasilitas wisata di kawasan tersebut masih belum lengkap.

Pencinta selfie banyak yang datang ke destinasi ini untuk mengambil beberapa foto dengan nuansa alam. “Hutan pinus ini tidaklah terlalu menyeramkan. Selain sudah dikelola dengan baik, lokasinya sendiri mudah dijangkau cukup berdekatan dengan perumahan penduduk. Sehingga suasana alamnya tidak begitu mencekam jika dibandingkan hutan pinus lainnya di sepanjang jalur Kintamani menuju Besakih,” katanya.

Penjaga keamanan di kawasan hutan pinus, Eka mengatakan aktivitas foto-foto bisa dilakukan di areal hutan. Selain dengan latarbelakang lebatnya hutan pinus, di dalam hutan ini juga ada anjungan sedehana yang terbuat dari bambu.

Anjungan tersebut, dibuat oleh warga desa yang ada di sekitar hutan pinus, seiring banyaknya wisatawan yang datang untuk melakukan kegiatan wisata. Selain diburu oleh pencinta selfie, kawasan ini juga menjadi salah satu lokasi foto prewedding. “Untuk lokasi prewedding, di sini sangat cocok untuk tema foto kasual ataupun romantis, karena kondisi alam dari hutan pinus ini memang sangat mendukung aktivitas ini,” terangnya.

Aktivitas prewedding di hutan pinus kata dia tidak saja diminati pasangan lokal juga  calon pengantin dari beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri seperti Asia dan Eropa untuk melakukan foto prewedding.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *