Desa Adat Pinge Tawarkan Wisata Alam, Budaya & Tradisi

Desa Adat Pinge Tawarkan Wisata Alam, Budaya & Tradisi
Foto : Wisata trekking di Desa Pinge, Tabanan.

Buletin Dewata, Tabanan.

Tren berwisata dari kalangan turis domestik akhir-akhir ini mengalami perubahan. Dulunya, wisatawan yang datang dari berbagai daerah ke Pulau Bali ini tujuan utamanya adalah menikmati kemeriahan Pantai Kuta di Kabupaten Badung. Berbeda halnya dengan turis dari mancanegara yang memang memilih destinasi Bali karena memiliki pemandangan dan suasana perdesaan. Kebanyakan para wisatawan asing tersebut melakukan aktivitas wisata di desa-desa seperti Trekking (berjalan kaki menyusuri alam perdesaan), melihat kehidupan masyarakat lokal dan menikmati kuliner yang disajikan penduduk setempat.

Menurut penuturan Made Suarta yang membidangi rumah inap di Desa Wisata Pinge, Kecamatan Marga Tabanan saat menemani rombongan media lokal Trekking di desa setempat, Sabtu (10/8), sejak beberapa tahun wisatawan domestik yang mendominasi kunjungan di desa ini. “Khususnya rombongan pelajar dan mahasiswa dari luar Bali pada hari-hari tertentu sering datang menginap di desa kami. Kegiatan di pagi hari pukul 06.00 dimulai dengan Trekking untuk melihat lahan pertanian dan perkebunan milik warga,” terangnya.

Udara yang sejuk, ditemani pemandangan yang memanjakan mata karena keindahan alam di desa ini menyusutkan rasa lelah selama mengikuti Trekking. Wisatawan yang tertarik merasakan Trekking di area Desa Wisata Pinge, disuguhkan jalur yang landai dan jalannya pun sudah di beton. Sehingga memberikan kesan santai bagi para peserta penjajal suasana perdesaan ini.

Di sepanjang perjalanan wisatawan akan melihat tanaman warga mulai dari padi, bunga, sayuran yang ada di 3 Subak yaitu Subak Pacung, Baluan dan Pengilen serta perkebunan kakao. Kemudian melalui rute turunan dan melintasi jembatan, serta menaiki beberapa anak tangga yang sudah dibeton.

Meski berada di perdesaan, fasilitas jalan yang cukup memadai ini memberikan kenyamanan untuk wisatawan saat melakukan aktivitas wisata di Desa Wisata Pinge. “Selama di perjalanan, jika beruntung, wisatawan bisa melihat gerombolan burung kokoan berkumpul mencari makan di area persawahan,” ucap Suarta.

Dia menceritakan pada musim petani mulai membajak sawah, burung kokoan pada pagi hari akan berkumpul di tempat ini. Kemudian ketika sore hari, sekelompok burung berwarna putih itu akan kembali ke rumahnya. “Setiap saat lahan persawahan di sini selalu ada tanaman, tidak pernah putus. Kadang ditanami padi, bunga dan sayuran,” jelasnya.

Desa Adat Pinge Tawarkan Wisata Alam, Budaya & Tradisi
Foto : Rute trekking di area persawahan Desa Pinge.

Usai Trekking sepanjang 1 Kilometer, wisatawan kembali ke penginapan milik warga untuk sarapan pagi. Dilanjutkan dengan aktivitas sesuai paket wisata yang diminta dintaranya belajar membuat Canang (perlengkapan sembahyang umat Hindu), mengukir kerajinan kayu, belajar menari Bali, membuat sate lilit dan berkunjung ke Pura serta melihat kebiasaan masyarakat.

Desa Wisata Pinge yang berada di Desa Adat Pinge terdapat 19 rumah inap milik penduduk yang terdiri dari 132 kamar. Pinge yang dinobatkan sebagai desa wisata berdasarkan SK Bupati Tabanan pada 2004 lalu, sekarang ini dihuni oleh 162 kepala keluarga.

“Harga per kamar dilengkapi sarapan menu Bali. Kami bedakan harganya untuk grup dan pribadi. Grup lebih murah, sedangkan pribadi per malam Rp 200 ribu per orang,” sebutnya.

Pada malam hari dikatakan Suarta, wisatawan disuguhkan pertunjukkan kesenian Bali berdasarkan permintaan. “Wisatawan asing yang menginap biasanya cuma satu malam. Tapi anak-anak sekolah dan mahasiswa bergrup yang dari luar Bali biasanya menginap sampai 3 malam,” terangnya.

Seperti diketahui, Desa Wisata Pinge adalah binaan perusahaan BUMN yaitu perusahaan pengembangan kawasan pariwisata atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Managing Director ITDC Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita pun turut hadir saat acara media gathering tersebut dengan mengikuti berbagai kegiatan mulai dari Trekking, membuat lawar dan berkunjung ke Cagar Budaya Pura Natar Jemeng.(wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *