E-Tiket Segera Berlaku Bagi Pengunjung Monumen Bajra Sandhi

E-Tiket Segera Berlaku Bagi Pengunjung Monumen Bajra Sandhi

Buletin Dewata, Denpasar.

Pengunjung Monumen Bajra Sandhi atau Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang terletak di Renon, Denpasar akan difasilitasi e-ticket atau tiket elektronik melalui Mobile Banking Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Kepala BPD Bali Cabang Renon, Ida Ayu Tri Rasmiwinari menjelaskan bahwa tiket elektronik untuk memasuki objek Monumen Bajra Sandhi adalah salah satu bentuk gerakan pembayaran non tunai yang merupakan program dari pemerintah.

“Ini adalah untuk digitalisasi dan gerakan non tunai. Digitalisasi ini dengan menggunakan handphone. Dari handphone itu keluar QR. Ketika orang beli tiket melalui online, kemudian QR ini discan di pintu masuk,” paparnya di Denpasar.

Hal tersebut kata Rasmiwinari akan mampu menghindari kebocoran pendapatan daerah dari hasil penjualan tiket yang selama ini masih menggunakan cara manual. “QR ini tidak mesti hanya satu orang. Bergrup pun bisa. Misalkan tour leader membawa grup ke sini (Bajra Sandi) sebanyak 50 orang, kita daftarkan langsung 50 orang ini dan QR yang terbit itu satu. Jadi satu QR bisa untuk 50 orang. Kemudian di pintu masuk, petugas hanya menghitung saja berapa orang yang masuk,” jelasnya.

Disampaikannya, untuk pembayaran e-tiket ini ada 2 cara yakni masih bisa tunai atau dibayar langsung di loket Bajra Sandhi maupun non tunai melalui Mobile Banking BPD Bali. “Bayarnya bisa tunai. Kalau tunai, masuknya hanya digitalisasi saja. Kalau lewat Mobile Banking kita bisa dan melalui aplikasi bank lain bisa dengan virtual account. Jadi, gerakan pembayaran non tunai dan digitalisasi masuk ke sini,” ucapnya

Saat ini pihaknya masih melakukan tes operasional. Menurut dia, uji coba ini sudah berhasil dan akan segera diberlakukan untuk para pengunjung setelah dilakukan MoU. “Tadi sudah dicoba oleh petugas membeli e-tiket dan berhasil mendapat QR. Kemudian data pembelian tiket ini bisa langsung terekam di Dinas Pariwisata Bali. Berapa hari ini masuk turisnya sudah terekam dan real time. Ke depan kita harus lebih banyak memberikan pelatihan kepada petugas untuk penggunaan alat,” beber Rasmiwinari.

Menurut dia, ini sangat memudahkan pengunjung karena sebelum datang ke Bajra Sandhi sudah bisa membeli tiket. “Web untuk booking tiketnya masih kami siapkan. Misalnya dari jauh-jauh hari mau ke sini (Bajra Sandhi) booking tiket sudah bisa dengan online. Tujuannya membantu pemerintah daerah menghindari kebocoran dan uang palsu. Tunai juga masih kita layani,” ujarnya.

Rasmiwinari menyebutkan, untuk pengunjung per hari di Bajra Sandhi cukup tinggi hingga mencapai Rp 25 juta penjualan tiket masuk dan foto prewedding. “Jadi potensi uang yang masuk ke BPD Bali dalam sehari dari penjualan tiket sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta bahkan lebih jika hari libur,” imbuhnya.

Petugas penjualan tiket di Bajra Sandhi menyebutkan pengunjung yang datang adalah wisatawan asing dan domestik. Pengunjung dikenakan tarif tiket, untuk turis mancanegara Rp 50 ribu (dewasa), sedangkan anak-anak Rp 25 ribu. Pengunjung domestik dikenakan biaya tiket masuk Rp 25 ribu (dewasa) dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Sementara tiket masuk untuk mahasiswa Rp 5 ribu dan pelajar Rp 2 ribu.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *