Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 

Liburan-Backpacker-Menyenangkan-di-Tokyo-Osaka-Kyoto.jpg 
Foto : Asakusa.

Buletin Dewata.

Perjalanan Negeri Sakura mengunjungi tiga kota yaitu Osaka, Tokyo dan Kyoto dengan kereta cepat Shinkansen cukup mudah dan menyenangkan. Kami ke Jepang tujuannya memang untuk liburan mengejar sakura pada tanggal 29 April 2017 dengan maskapai Garuda Indonesia (harga tiket PP Rp 6,7 juta). Setelah visa Jepang diapprove Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, akhirnya pada 29 April 2019 dini hari pukul 00.25 pesawat lepas landas dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Bandara Kansai Osaka yang mendarat di terminal 1 pukul 08.30 waktu setempat.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 

(Hari pertama) Begitu mendarat, kami langsung menuju ke toilet. Ada suatu drama di dalam toilet, saat itu saudari saya tidak tahu cara menggunakan toilet di Jepang. Akhirnya dia pun bingung dan syukur saya sudah mempelajari tutorial penggunaan toilet di Jepang melalui you tube. Kemudian menuju imigrasi, kami pun disambut ramah oleh petugas imigrasi dengan mengucapkan salam “Selamat Pagi” menggunakan Bahasa Indonesia.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 

Proses imigrasi berjalan lancar, kemudian kami langsung ke lantai dasar tempat penyewaan wifi portable. Ketika itu biaya wifi portable sekitar 1,2 juta untuk 8 hari namun hanya bisa dibayar dengan menggunakan kartu kredit. Lanjut berjalan ke stasiun kereta, tapi kami terlebih dahulu mampir di kantor JR Pass untuk menukar voucher JR Pass yang sudah dibeli di Denpasar seharga hampir Rp 3,5 juta berlaku 7 hari. Setelah antre selama kurang lebih 30 menit, akhirnya JR Pass kami bisa digunakan untuk pembayaran kereta JR dan Shinkansen yang menghubungkan kota-kota di Jepang.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Universal Studio.

Dari bandara, kami naik kereta JR menuju Universal Studio Osaka diawali dengan sarapan udon di stasiun. Di Universal Studio Osaka hanya foto-foto dan menikmati suasana keramaian tapi angin cukup kencang dan dingin. Setelah itu menuju hotel yang berada di kawasan Stasiun Tsuruhashi. Kemudian jalan-jalan ke Osaka Castle menggunakan kereta JR. Selanjutnya ke Dotonbori menikmati suasana keramaian di malam hari.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Osaka Castle.

(Hari kedua, 30 April 2017) kami keluar agak siang karena kondisi badan yang cukup lelah. Dari hotel jalan kaki menyusuri pasar yang ada di area Stasiun Tsuruhashi, mampir makan siang di warung Korea. Kami pesan menu makanan Korea dan harganya cukup mahal untuk 2 porsi makanan sup kimchi dan japchae di Rupiahkan sekitar Rp 200 ribu. Kemudian menuju ke Dotonbori untuk merasakan suasana di siang hari sembari belanja di H&M. Sorenya kami memutuskan kembali ke hotel, istirahat untuk mengumpulkan energi esok hari menuju Tokyo dengan kereta cepat Shinkansen.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Dotonbori

(Hari ketiga 1 Mei 2017) Dari Stasiun Shin-Osaka naik Shinkansen ke Tokyo ditempuh sekitar 3 jam. Setelah tiba di Tokyo Station, lanjut naik kereta JR ke hotel. Dari Stasiun Omori jalan kaki menuju Hotel Omori hanya 5 menit. Setelah check in, kami kembali ke stasiun naik JR ke Shibuya untuk menikmati suasana malam dan belanja oleh-oleh. Setelah itu kembali ke hotel untuk mengumpulkan tenaga.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Festival Shibazakura

(Hari keempat, 2 Mei 2017) Kami bangun pagi-pagi sekali meski udara masih dingin, jalan kaki menuju Stasiun Omori. Kami jalan-jalan ke Festival Shibazakura melihat taman bunga musim semi. Di sinilah kami pertama kali melihat bunga sakura dan berfoto dengan latarbelakang Gunung Fuji. Sore hari kami kembali ke Tokyo dan lagi-lagi ke Shibuya.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Tokyo Disneyland

(Hari kelima, 3 Mei 2017) hari ini adalah hari kedua di Tokyo, kami mengunjungi Tokyo Disneyland kemudian ke Taman Odaiba foto-foto di Patung Liberty. Dari stasiun kereta naik taksi ke Asakusa menikmati suasana sore menjelang malam di Kuil Sensoji. Kemudian jalan kaki menuju ke Sungai Sumida, foto-foto sebentar sambil menikmati suasana malam. Kemudian kembali ke hotel istirahat persiapan menuju Kyoto.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Patung Liberty di Odaiba.

(Hari keenam 4 Mei 2017) Dari Tokyo Station, kami naik Shinkansen menuju Kyoto. Kami tiba di Kyoto dan langsung ke apartemen tempat menginap, naik taksi. Setelah itu menuju Fushimi Inari dan ke Arashiyama dan malamnya menuju ke Gion naik bus dari Stasiun Kyoto.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Arashiyama bamboo forest.

(Hari ketujuh 5 Mei 2017) setelah check out kami memutuskan jalan kaki menuju stasiun kereta. Sengaja memilih jalan kaki untuk menikmati suasana di kawasan tempat menginap karena udara pun cukup sejuk. Kemudian kami naik taksi menuju kuil 1001 Patung Budha di Kuil Sanjusang, syukur ada tempat penitipan barang. Kemudian kembali ke Stasiun Kyoto naik Shinkansen menuju Osaka. Kami memutuskan secara on the spot pesan kamar di hotel dekat bandara tepatnya di Izumi-Sano. Kami tiba di Stasiun Izumi-Sano menjelang malam, kemudian naik taksi menuju hotel. Setelah check in, kami jalan-jalan sebentar sembari menikmati suasana malam dan mencari menu makan malam di dekat hotel.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Sanjusangendo Temple.

(Hari kedelapan 6 Mei 2017) Sekitar jam 7 pagi, kami bertiga dan penumpang lainnya diantar ke bandara dengan menggunakan mini bus hotel (gratis). Tiba di bandara terminal 1, kami langsung mengembalikan wifi portable dan leha-leha sejenak sebelum ke konter check in. Kemudian pukul 10.50 waktu setempat pesawat lepas landas dari Bandara Kansai menuju Denpasar dan mendarat pukul 16.45 WITA di Ngurah Rai Airport.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 

Selama berada di Jepang, kami merasa aman dan nyaman karena sistem transportasinya sangat mudah diakses dan banyak pilihan moda transportasi, petunjuknya pun sangat jelas. Bahkan kereta yang datang dan berangkat selalu tepat waktu sesuai jadwal. Banyak pengalaman yang kami dapat dari perjalanan ini. Pola perjalanan kami mandiri alias tanpa travel, dengan membawa peta fisik yang sudah dipelajari sebelum berangkat ke Jepang, kami pun dengan mudah dapat menjangkau objek wisata yang ingin kami kunjungi.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Shibuya.

Harga pakaian seperti merk H&M dan Uniqlo waktu itu cukup murah, lebih murah dari di Indonesia karena banyak ada diskon bertepatan momen golden week (Hari Buruh Internasional). Sehingga kami pun lumayan kalap belanja. Syukur sudah termasuk bagasi 30 Kg.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 

Kemudian makanan, di negara ini makanan sangat enak dan cocok di lidah. Tapi kami, untuk sarapan pagi lebih sering beli onigiri di mini market seperti Family Mart kalau pagi harganya di Rupiahkan 14 ribu tapi jika beli malam hari dapat diskon 50%. Karena kami ingin menghemat waktu agar bisa lebih banyak mengunjungi destinasi. Onigiri pun termasuk makanan sehat dan gampang dibawa ke mana-mana. Jadi waktu kami tidak terbuang untuk sarapan di tempat makan. Saya suka makan di Yoshinoya karena harganya lumayan terjangkau mulai dari Rp 45 ribu kalau di Rupiahkan. Saya juga suka menu ramen dan camilan-camilannya.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 
Foto : Gerbong kereta cepat Shinkansen.

Jika bepergian 3 orang untuk jarak dekat saya sarankan naik taksi saja dibandingkan kereta maupun MRT, karena lumayan capek jalan kaki di stasiun. Harganya pun rata-rata sama, jika naik kereta dan taksi dengan jumlah penumpang 3 orang.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 

Jika susah menemukan lokasi yang dicari, jangan malu bertanya dengan warga di sana. Karena berdasarkan pengalaman saya, orang-orang Jepang semuanya yang saya temui sangat ramah dan siap membantu kami. Bahkan dengan rela mengantar kami ke tempat tujuan. Menurut saya, lebih baik menginap di hotel dibandingkan di apartemen karena kadang dapat harga kamar hotel bintang 4 lebih murah dari apartemen. Apabila memesan melalui situs booking online.

Liburan : Backpacker Menyenangkan di Tokyo, Osaka, Kyoto 

Selama di Jepang saya sebenarnya lebih suka jalan kaki sembari menikmati suasana jalanan di sana. Karena pejalan kaki mendapat keamanan dan kenyamanan, tersedia fasilitas jalan kaki yang memadai. Dengan jalan kaki banyak bonus yang didapat, selain sehat juga lumayan menghemat biaya transportasi karena di Jepang transportasi cukup mahal. Saat itu kurs 1 Yen = Rp 120.(ctr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *