Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 

Buletin Dewata.

Perjalanan mandiri tanpa pemandu (guide) di Beijing selama 4 hari menyisakan banyak cerita. Kenapa tidak? Destinasi yang ingin saya kunjungi sejak usia SD memberi pengalaman yang mengesankan untuk saya. Meski sebelumnya sudah pernah mengunjungi beberapa negara. Kami melakukan perjalanan ke Beijing hanya berdua saja menggunakan pesawat LCC AirAsia Rp 3,5 juta PP yang dibeli satu setengah bulan sebelum keberangkatan. Harga tersebut belum termasuk makanan dan minuman di dalam pesawat.

Dari Denpasar, Bali kami berangkat Rabu  12 Juni 2019 pukul 07.00 WITA dan mendarat (transit) di Bandara Kuala Lumpur (KLIA2) pukul 10.05 waktu setempat. Istirahat, makan siang dan makan sore di KLIA2. Kemudian 18.30 perjalanan ke Beijing dengan menggunakan AirAsia X tipe Airbus 330 dan tiba di Beijing pukul 01.05 waktu setempat. Setelah penerbangan selama 6 jam 35 menit, kami mendarat di Beijing Airport Hari Kamis (13 Juli 2019) dini hari.

Sebelum menuju imigrasi, oleh petugas imigrasi, kami diminta ke mesin scan sidik jari. Setelah scan sidik jari berhasil dan keluar kertas berisi tulisan ‘OK’ itu artinya kami sudah diperbolehkan menuju ke konter imigrasi untuk proses pengesahan paspor memasuki Kota Beijing. Namun sebelum memasuki konter imigrasi, semua warga negara asing diwajibkan untuk mengisi form kuning yang berisi data diri dan tujuan kunjungan serta alamat tinggal selama di Beijing. Form kuning itu diserahkan ke petugas imigrasi saat akan memasuki Beijing dan diserahkan juga saat keluar negara ini. Kartu kuning tersebut jangan sampai hilang karena petugas imigrasi airport akan memintanya saat kita meninggalkan Negara China.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Lantai I (F1), Terminal 2 (T2) International Arrival Beijing Capital Airport (PEK).

Karena tiba dini hari, kami memutuskan untuk tetap stay di Terminal 2 Kedatangan Bandara Beijing hingga bus dan kereta express bandara beroperasional. Istirahat di Terminal 2 Kedatangan Internasional Bandara Beijing cukup nyaman, karena tersedia kursi panjang untuk rebahan. Banyak warga lokal yang istirahat di sini sambil menunggu pagi. Bahkan air minum gratis, panas dan dingin tersedia di dekat toilet. KFC dan Starbuck juga ada di terminal 2 kedatangan internasional.

Menunggu sampai jam 06.00 pagi waktu setempat tidak terasa lama, saya pun sempat tertidur. Sebelum menuju stasiun airport express, kami sarapan ayam dan burger di KFC harga sekitar Rp 160 ribu berdua. Kemudian turun menuju stasiun kereta express yang berada di lantai B2 dan langsung membeli kartu Yikatong (uang elektronik) untuk alat pembayaran bus dan kereta. Kami mengisi saldo Yikatong 50 Yuan karena dengan kartu uang elektronik ini pembayaran dilakukan melalui tap saja. Konter tempat membeli Yikatong ditunjukkan oleh petugas. Setelah itu langsung menuju peron kereta express bandara ke Dongzhimen atau stasiun akhir kereta express dengan biaya 25 Yuan untuk sekali jalan.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Zhengyangmen Turret terlihat dari Qianmen Street.

Setelah tiba di Stasiun Dongzimen, kami pindah ke subway line 2 tujuan Stasiun Qianmen. Setiap masuk stasiun bawah tanah, semua barang bawaan akan melalui pengecekan. Keluar di stasiun ini sudah langsung ketemu tempat wisata Tian’anmen Square, Zhengyang Gate dan Zhengyangmen Turret (menara panah) yang asik untuk foto-foto sambil menunggu jam 10.00 waktu setempat check in hotel.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 

Kami makan siang di kawasan ini, menu yang dipesan tidak jelas, isinya sayuran ditumis dicampur tauge kedelai seharga 22 Yuan (1 Yuan=Rp 2.055), tumis daging babi dicampur kentang harga 36 Yuan dan nasi putih 2 Yuan plus air mineral dingin 3 Yuan dan teh hijau kemasan harganya 6 Yuan. dan Kemudian menuju hotel yang telah dipesan di situs Booking.com yang berada di dekat Temple of Heaven seharga Rp 1.050.000 dalam Rupiah/3 malam berdua. Tapi pembayaran dilakukan cash di hotel saat check in dengan mata uang Yuan.

Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Temple of Heaven (Tian Tan).

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Temple of Heaven dengan tarif masuk 34 Yuan. Hari pun semakin sore, makin panas dan masih 34 derajat. Kebetulan saat ke Beijing ini sedang musim panas, cuaca pun menyengat. Tapi saat musim panas seperti ini, jam 8 malam waktu Beijing masih cukup terang. Mungkin ini kelebihannya jika berkunjung ke Kota Beijing saat musim panas karena bisa memanfaatkan waktu yang lebih panjang. Setelah itu kami berkunjung ke Wangfujing Street dengan naik bus dari Temple of Heaven.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Area pedestrian di kawasan Wangfujing Street.

Setelah puas jalan-jalan, kami makan malam di Mcd Wangfujing paket kentang burger dan minum plus salad total 57 Yuan berdua. Kembali ke hotel untuk memulihkan tenaga persiapan besok ke Badaling Great Wall.

Hari kedua (Jumat, 14 Juni 2019) sekitar jam 9 pagi setelah sarapan 2 onigiri yang dibeli seharga @8 Yuan dan 2 biji pisang 8 Yuan di Family Mart dekat hotel, kami naik bus menuju stasiun Deshengmen Arrow Tower tempat bus nomor 877 mangkal yang mengantar ke Badaling Great Wall. Menuju stasiun ini dengan naik bus sedikit macet karena bertepatan jam kerja. Setelah tiba di stasiun bus 877, kami langsung diarahkan untuk naik ke bus dengan tap kartu Yikatong yang dipotong cuma 6 Yuan saja.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Stasiun Bus 877 berada dibawah Deshengmen Arrow Tower.

Jadi, ini yang membuat cukup hemat untuk biaya transportasi selama di Beijing. Jika membayar dengan Yikatong, otomatis akan mendapat potongan harga. Dari harga normal 12 Yuan jika membayar tunai di dalam bus, kami langsung mendapat diskon dengan kartu Yikatong. Begitu pun naik bus di dalam Kota Beijing, seharusnya membayar 2 Yuan (cash) tapi dengan Yikatong hanya dipotong 1 Yuan saja.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Loket bus 877 Badaling Great Wall.

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, kami tiba di halaman parkir bus Badaling Great Wall. Biaya tiket untuk masuk Badaling Great Wall seharga 40 Yuan. Di dekat konter penjualan tiket masuk ada food court dan toko buah. Saya membeli buah plum 750 gram seharga 30 Yuan, untuk bekal mendaki. Memang ukuran buah plum merah di Beijing lebih besar daripada yang dijual di Bali, tapi rasa plum yang saya beli di Badaling Great Wall rasanya sangat kecut.

Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Great Wall of Badaling.

Saya mulai mendaki pukul 11.00 karena cuaca sangat panas, saya tidak kuat mendaki hingga ke tower tertinggi. Kami mengambil jalur ke utara (jalur ringan), tapi saya hanya mampu mendaki hingga tower ketiga saja. Setelah itu kembali lagi ke parkir bus untuk makan siang di food court. Kami makan mie pedas Sichuan seharga 20 Yuan. Di Beijing rata-rata harga mie memang segitu. Saya tidak berani pesan menu lainnya karena takut tidak cocok di lidah.

Kembali ke pusat Kota Beijing menempuh perjalanan hampir 1 jam dan dari stasiun bus 877 kami ke Tian’anmen. Bus terakhir dari Badaling Great Wall ke pusat Kota Beijing pukul 17.00. Selanjutnya berkunjung ke Shichahai seperti taman yang ada danaunya. Hari pun sudah gelap, sambil jalan kaki menikmati suasana di kawasan ini mampir makan malam di Yoshinoya. Menu yang dipesan seporsi daging babi dicampur nasi plus minum dan salad sayur serta tambahan 3 botol air mineral total 42 Yuan.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Shichahai.

Hari ketiga (Sabtu, 15 Juni 2019), seperti biasa setelah sarapan onigiri, jam 9 pagi kami langsung menuju stasiun bus dekat hotel untuk berkunjung ke Forbidden City atau disebut Istana Terlarang yang merupakan istana kerajaan pada periode dinasti Ming dan Qing. Tiket masuk Forbidden City 60 Yuan per orang. Selama kurang lebih 2 jam keliling Forbidden City karena memang istananya sangat luas dan cuaca pun sangat menyengat. Apalagi pengunjung dari turis lokal pun ramai sekali karena musim panas adalah momen penduduk di negeri ini berwisata.

Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Forbidden City ( The Palace Museum).

Setelah puas berkeliling seakan-akan berada pada zaman kerajaan, kami naik bus menuju Summer Palace dengan tiket masuk 30 Yuan per orang. Summer Palace ini sangat luas, sekitar 3 jam kami menghabiskan waktu keliling-keliling di Istana Musim Panas itu. Namun pemandangan dan suasana di Summer Palace begitu indah. Dipenuhi bangunan zaman kerajaan dan danau. Jalan kaki selama 3 jam jadi tidak begitu terasa karena dibayar dengan pemandangan dan suasana yang cukup sejuk.

Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Suzhou Street at The Summer Palace.

Dari pintu keluar Summer Palace, kami naik bus ke Yuan Ming Yuan Park untuk melihat reruntuhan istana. Meski sudah pukul 18.30 namun masih terang. Tempat ini pun cukup luas dan ada jembatan yang terkenal. Tidak sedikit warga lokal yang melakukan aktivitas jogging di taman bekas istana kerajaan ini. Hari pun sudah gelap dan kami menuju stasiun bus. Beruntung di depan stasiun bus ada tempat makan. Sayangnya tempat makan ini tidak ada foto menunya dan tulisannya pun aksana Mandarin. Jadi kami pesan makanan dengan translate di google translate.

Pemilik tempat makan ini hanya bisa Bahasa Inggris sedikit. Tapi lumayan memudahkan kami untuk proses pemesanan. Kami pesan mie pedas 20 Yuan dan pangsit babi 25 Yuan serta air mineral botol harga 4 Yuan. Kami lanjut turun ke Stadion Nasional Beijing “Sarang Burung” untuk mendapatkan foto suasana malam. Tapi sayangnya kami tiba jam 10 malam, petugas tidak mengizinkan masuk untuk foto-foto dari luar.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 

Kemudian jalan kaki ke stasiun bus menuju hotel. Tapi dari Stadion Nasional Beijing cukup jauh jalan kaki ke stasiun bus dengan tujuan Temple of Heaven. Operasional bus sampai jam 11 malam. Kami pun menuju stasiun kereta bawah tanah hampir jam 12 malam tapi petugas memberitahu kami kereta terakhir sudah berangkat. Akhirnya kami berpikir untuk naik taksi. Tapi kami pun ada opsi setelah otak-atik map untuk naik bus yang mulai beroperasional jam 12 malam. Kami jalan kaki ke arah bus stop yang ada jam operasional dini hari.

Suasana cukup dingin, angin juga kencang. Meski sudah larut malam tapi kami sedikit pun tidak ada rasa khawatir ataupun takut walau di negeri orang. Di perjalanan, ada toko buah, mampir beli anggur 30 Yuan. Suasana di jalanan masih agak ramai, banyak kendaraan lalulalang. Kami tetap merasa aman, orang-orang lokal ada beberapa yang jalan kaki. Dengan berpikir positif dan selalu berdoa, kami pun aman jalan kaki dini hari di Beijing dan selamat sampai hotel menggunakan bus yang beroperasional tengah malam.

Hari keempat (Minggu 16 Juni 2019) kami bangun agak siang dan diberi waktu check out sampai pukul 12.00 waktu Beijing. Setelah check out, kami makan siang di Yoshinoya (2 porsi nasi daging babi 36 Yuan) yang ada di dalam mall dekat stasiun bus. Hari terakhir kami berkunjung ke Opera House Telur Raksasa di Beijing, setelah puas foto-foto langsung menuju ke Jingshan Park.

Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Pemandangan Forbidden City dilihat dari Jingshan Park.

Di taman Jingshan membayar tiket masuk hanya 2 Yuan saja bisa pakai Yikatong. Di taman ini, kami mengambil jalan menanjak untuk foto-foto dengan latarbelakang Istana Terlarang. Selanjutnya ke Taman Beihai yang berada persis di depan Taman Jingshan.

Tiket masuk Taman Beihai 20 Yuan per orang. Di Taman Beihai ini menikmati suasana danau dan perahu sambil duduk-duduk di bangunan tradisional khas Tiongkok. Selanjutnya makan siang di tempat makan yang berada di dekat stasiun bus Taman Jingshan. Di tempat ini harga makanan lebih mahal dari tempat lainnya. Pangsit babi seporsi 35 Yuan dan seporsi menu lainnya (tidak tahu nama menunya karena menggunakan aksara Mandarin) plus nasi putih tanpa minum. Total makanan 80 Yuan. Kami masih punya sisa waktu sebelum jadwal penerbangan ke Kuala Lumpur jam 02.15 (Senin dini hari 17 Juni 2019).

Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Beihai Park.

Kami pun jalan kaki dari Taman Beihai menikmati suasana jalanan sembari menuju stasiun bus ke Sanlitun Bar Street. Sekitar 30 menit di Sanlintun sambil mampir di mall tempat anak-anak muda nongkrong. Kemudian kami naik bus menuju tempat pembelian tiket bus airport. Setelah kami turun di stasiun bus dekat konter pembelian tiket bus airport kami mondar mandir tidak menemukan konternya. Padahal map telah memberikan kami tanda letak konter penjualan tiketnya. Tapi hampir 1 jam kami bolak balik jalan kaki tidak juga menemukan konternya. Akhirnya kami bertanya kepada warga yang kebetulan sedang menunggu bus di stasiun.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Kawasan Sanlitun.

Dengan bahasa yang tidak kami mengerti, si bapak ini berusaha memberitahukan kepada kami letak konter penjualan tiket bus rute bandara. Akhirnya dengan suka rela bapak itu mengantar kami ke tempat pembelian tiket bus bandara. Ternyata konter tiketnya sesuai petunjuk map tapi karena menggunakan aksara China jadinya kami tidak tahu jika itu tempatnya. Kami pun merasa lega dan tenang bisa tiba di airport tepat waktu karena bantuan si bapak. Kami membeli tiket bus rute airport dengan uang cash 25 Yuan per orang. Perjalanan ke airport tidak sampai satu jam. Pukul 08.30 waktu Kuala Lumpur dengan menggunakan AirAsia X Airbus 330 kami mendarat dengan sempurna di Kuala Lumpur International Airport (KLIA2).

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : lantai 2 (F2), Terminal 2(T2) Keberangkatan Beijing Capital Airport (PEK).

Kami transit cukup lama sampai pukul 21.50 pesawat lepas landas menuju Denpasar, Bali dan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 00.55 WITA.

Banyak pengalaman yang kami dapat dari perjalanan ke Beijing. Warga lokal yang kami temui sebagian besar ramah-ramah dan siap membantu jika kami menanyakan tempat tujuan. Bahkan tidak sedikit warga yang barengan jalan kaki mengajak kami mengobrol dengan bahasa mereka. Meskipun kami terkendala bahasa tapi aplikasi google translate sangat membantu perjalanan kami yang tidak menggunakan jasa pemandu/guide.

Liburan : Aman & Mudah Wisata Mandiri di Beijing 
Foto : Bus listrik melintasi Sanlitun Bar Street.

Kami sangat salut dengan kemajuan dan kemudahan transportasi di negara ini. Mulai dari bus biasa, bus listrik dan subway/kereta bawah tanah, petunjuknya sangat jelas dan tepat waktu serta biayanya pun luar biasa murah mulai 1 Yuan. Kemudian soal keamanan. Menurut kami di Beijing sangat aman untuk turis karena di setiap sudut ada petugas keamanan dan CCTV ada di mana-mana.

Memang untuk rasa makanan, kami kurang cocok. Tapi untuk menu mie lumayan enak. Sedangkan harga air mineral ukuran tanggung yang paling murah 1 Yuan hingga 5 Yuan tergantung brand-nya. Tempat wisata di Beijing terutama taman-taman peninggalan kerajaan areanya cukup luas. Sehingga perlu waktu lebih lama untuk eksplor semuanya. Kemudian dari sisi kebersihan toilet, memang agak kurang terutama di tempat wisata yang ramai pengunjung. Ada yang aromanya tidak sedap dan ada pula toilet yang wangi banget tapi di tempat-tempat tertentu. Seperti di toilet dekat pintu masuk Taman Yuyuan kondisinya bersih dan wangi dan di mall.

Biaya yang kami habiskan selama 4 hari penuh di Beijing sekitar Rp 4,5 juta/2 orang. Plus makan dan minum selama transit di Bandara KLIA2 sekitar Rp 500 ribu/2 orang. Tiket pesawat PP/orang Rp 3,5 juta plus Rp 200 ribu makan dan minum di pesawat, biaya visa China Rp 540 ribu/orang. Jadi total biaya per orang Rp 6.740.000. Saat itu nilai tukar 1 Yuan=Rp 2.055.(ctr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *