Aktivitas Wisata Sejarah dan Spiritual di Puri Kedisan Gianyar

0
Aktivitas Wisata Sejarah dan Spiritual di Puri Kedisan Gianyar
Foto : Aktivitas wisatawan belajar membuat upakara di Desa Wisata Kedisan, Tegalalang, Gianyar.

Buletin Dewata, Gianyar.

Di Desa Wisata Kedisan, wisatawan dapat merasakan wisata sejarah dan spiritual. Aktivitas wisata sejarah dan spiritual ini bisa dilakukan di Puri Kedisan Gianyar yang terletak di kawasan Desa Wisata Kedisan. Puri atau rumah yang dibangun sekitar 1670 silam tersebut masih memiliki tatanan rumah kuno zaman dahulu. Di tempat ini suasana magis terasa kuat yang berasal dari pusaka Puri berupa keris bergaya asli Blambangan, Jawa Timur.

Salah satu tokoh Puri Kedisan, I Gusti Ngurah Agung Mahajaya menjelaskan Puri Kedisan sebagai pusat kesenian yang ada di Desa Kedisan. Kesenian gambuh, legong leko, topeng dan seni ukir serta kerajinan patung masih lestari di desa wisata tersebut. Kesenian-kesenian itu kerap dipentaskan ketika ada wisatawan yang berwisata ke puri. Tarian tradisional pun dipentaskan saat wisatawan menyelenggarakan dinner di Puri Kedisan. Dengan demikian turis yang sedang berwisata di kawasan peninggalan sejarah ini bisa merasakan seni tradisional pada masa lampau.

“Belakangan ini ada saja wisatawan mancanegara yang berwisata ke Puri Kedisan. Mereka senang dengan tatanan bangunan yang masih unik, keseniannya, juga aura yang mereka rasakan,” ucapnya di Gianyar beberapa waktu lalu.

Puri Kedisan ini tergolong tua di Kabupaten Gianyar. Sejak 1600-an ketika kudeta Anak Agung Maruti, akhirnya Raja Gelgel memerintahkan leluhurnya membawa salah satu putranya bersembunyi di daerah kaja kauh (barat laut). Akhirnya sampai di Desa Timbul Tegalalangn membuat puri di Sukawati. Ada juga beberapa yang tinggal menetap di Timbul Tegalalang.

Lantas, keturunan Patih Anglurah Sideman, pangkat kepatihan pada zaman Waturenggong yang tinggal di Desa Timbul (Kedisan sekarang) kemudian membentuk kesenian, seperti gambuh, legong leko dan lainnya. “Orang puri memiliki hubungan sosial yang erat karena sebagai pelaku dalam bidang seni musik, tari, ukir dan patung,” jelasnya.

Menurut Mahajaya, Puri Kedisan memang klasik dan sering dipilih sebagai venue dinner. Kegiatan ini pun melibatkan warga masyarakat sekitar, baik dalam menampilkan kesenian, tari, tabuh, kerajinan dan lainnya. “Minimal dalam satu bulan sekali, tamu dari berbagai negara seperti dari Amerika dan kebanyakan dari Eropa menggelar acara makan malam di Puri Kedisan,” katanya.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here