Hidden Canyon Obyek Wisata di Sukawati yang Menantang Adrenalin

0

Hidden Canyon Obyek Wisata di Sukawati yang Menantang Adrenalin
Foto : Hidden Canyon Obyek Wisata di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Buletin Dewata, Gianyar.

Hidden Canyon yang berlokasi di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar menjadi salah satu obyek wisata yang menawarkan aktivitas tambahan saat berkunjung di Pulau Bali. Hidden Canyon
merupakan sebuah ngarai, terletak ditepian kawasan beji/sumber air suci yang diyakini oleh masyarakat setempat. Saat ini dijadikan kawasan wisata oleh masyarakat Desa Guwang, Sukawai – Gianyar.

Tempat wisata ini menjadi daya tarik wisatawan karena strukturnya terbentuk secara alami di sekitar sungai. Sehingga suasana kawasan sungai ini dikelilingi tebing yang unik. Seorang pemandu di Hidden Canyon, Made Adi mengatakan sejak adanya aktivitas wisata, Hidden Canyon ramai dikunjungi wisatawan.

Menurutnya, sebelum dikunjungi wisatawan asing, obyek wisata ini hanya didatangi oleh warga lokal. “Karena kekuatan media sosial, akhirnya wisatawan yang datang semakin banyak. Bahkan yang datang tidak lagi wisatawan lokal, juga wisatawan asing,” terangnya beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan, aktivitas wisata yang dilakukan di Hidden Canyon ini adalah susur sungai. Wisatawan akan diajak merasakan pengalaman yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Jika baru pertama kali melakukan aktivitas ini, maka adrenalin akan sedikit terpacu.

“Aktivitas susur sungai ini dimulai dari menuruni anak tangga yang ada di samping Pura Beji yang merupakan akses utama menuju sungai, anak tangga ini jumlahnya cukup banyak,  sehingga bagi wisatawan yang ingin berkunjung diharapkan memiliki stamina yang prima,” kata Adi.

Aktivitas susur sungai ini wisatawan diharapkan untuk menggunakan jasa pemandu, karena faktor keamanan.  “Karena medan susur sungai ini cukup sulit, sehingga wisatawan yang baru pertama kali datang akan sedikit kesulitan untuk melewati medan yang ada,” imbuhnya.

Setelah menuruni beberapa anak tangga, akan terlihat area pancoran air yang biasanya digunakan untuk warga lokal sebagai setempat Melasti yakni sebuah upacara keagamaan umat Hindu Bali. Selanjutnya menuruni sungai dan berjalan melewati daerah bebatuan yang jaraknya sekitar 700 meter untuk sampai di lokasi lembah tersembunyi itu. “Terkadang memanjat beberapa tebing kecil, lalu melewati medan bebatuan kembali,” tambahnya.

Dikatakan Adi, karena lokasi Hidden Canyon termasuk kawasan suci, wisatawan diminta menjaga perkataan dan kesopanan. Pemandangan tebing batu yang memiliki tinggi sekitar 20 – 30 meter dengan aliran sungai yang berwarna biru langit ini menjadi daya tarik Hidden Canyon Bali. “Biasanya pengunjung memanfaatkan keindahan pemandangan tebing itu sebagai latar belakang fotonya,” ucap Adi.

Tebing-tebing alam sungai itu memiliki liuk-lekuk yang sangat menarik. Ada 3 lembah rahasia yang bisa dilihat dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam hingga 2 jam. Tebing-tebing batu tersebut memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan imajinasi pengunjung. Ada yang berbentuk tengkorak, macan, kepala kera, orang dengan muka sedih atau tersenyum.

Bentuk-bentuk wajah itu terkadang terlihat jelas setelah melihat dari hasil fotonya. Hal itu yang menyebabkan tempat wisata baru ini dijuluki lembah rahasia. “Bisa jadi bentuknya tetap, tetapi warna dari tebing itu berubah-ubah karena efek cahaya matahari dan tingkat kelembaban yang dapat mempengaruhi warna,” terangnya.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here