Krisna Hadir di Blangsinga Tawarkan Konsep Berbeda

Krisna Hadir di Blangsinga Tawarkan Konsep Berbeda

Buletin Dewata, Gianyar.

Berusaha untuk tampil beda dan selalu ada hal baru yang ditawarkan, begitulah Krisna Oleh-oleh. Pada beberapa outlet yang dibuka, Krisna selalu berusaha untuk menampilkan sesuatu yang berbeda dari outlet yang lain, termasuk Krisna Bali Souvernir Center yang baru dibuka di desa wisata Blangsinga, Gianyar, Rabu (18/7).

Berbeda dengan gerai Krisna lainnya, tempat yang baru ini mengusung konsep yang berbeda dan juga mencakup wisata alam, wisata religi dan wisata budaya.Begitu pula pemilihan lokasinya outlet Krisna dikelilingi areal persawahan. Menurut pemilik Krisna, I Gusti Ngurah Anom didampingi manajer P.R Krisna, Ayu Saraswati, di satu lokasi akan dibuka Krisna Eco Village, Krisna Waterpark dan Krisna Bali Souvenir Center secara bersamaan.

“Krisna Souvenir Center, desa wisata Blangsinga ini sangat menarik. Ada banyak spot selfie yang ada di sepanjang jalan menuju ke outlet Krisna. Ada beragam corak wisata yang kami angkat di sini, contoh untuk wisata alam ada air terjun Blangsinga, juga ada dokar yang bisa membawa wisatawan keliling desa, begitu pula sepeda ontel. Untuk wisata budaya, ada berbagai kegiatan seperti tari cak, barong, atau bermain di lumpur atau mepantigan. Sedangkan wisata religi, di sini ada tempat melukat di Pura Musen dengan airnya yang bening dan sejuk,” terang Ayu.

Pembukaan komplek Krisna di Blangsinga yang diresmikan oleh Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. AriefYahya, M.Sc. dihadir sekitar 3.000 undangan, tokoh, pejabat, serta pelaku pariwisata lyang tak hanya dari Bali, namun juga berasal dariJawaTimur, Jawa Tengah, Jogjakarta, dan jawa Barat.

Acara grand opening dimeriahkan dengan berbagai acara, termasuk penampilan artis nasional, penyanyi Syahrini yang saat ini sedang terangkat namanya dengan film “Bodyguard Ugal-ugalan.

Sebelumnya, sebagai rangkaian acara pembukaan, Krisna menggelar kerjabakti massal pada 6 juli lalu dengan bersinergi dengan TNI Kodam IX/ Udayana dan masyarakat. Gerakan ini menjadi istimewa karena melibakan ribuan peserta, terdiri dari 1.400 warga masyarakat dari 5 desa pekraman – Blangsinga, Banda, Pinda, Saba, dan Bon Biu, ditambah 1.200 tentara dan 300 karyawan Krisna. Sejumlah kegiatan sosial juga dilakukan, diantaranya aksi sosial bedah rumah, penyerahaan sembako untuk masyarakat kurang mampu dan penanaman 6.000 pohon yaitu tabebuya, jambu kristal, dan cempaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *