Nikmati Wisata Air Terjun dan Bersepeda di Desa Banyuatis

Wisata Air Terjun dan Bersepeda di Desa Banyuatis

Buletindewata.com, Buleleng.

Pariwisata Bali akan makin eksis ketika ditopang dengan keberadaan budaya dan desa adat. Itulah yang menjadi pemikiran untuk terus mengembangkan desa wisata. Salah satunya yang kini sedang berkembang adalah Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng. Desa yang dulunya terkenal sebagai penghasil kopi dan cengkeh itu, kini sedang dilirik para wisatawan. Banyak turis mancanegara yang mulai berkunjung ke desa yang berlokasi di bawah danau Tamblingan Buleleng ini.

Para pengunjung yang sebagian besar dari Eropa terutama Perancis dan Rusia ini, sangat terkesan ketika datang ke Desa Banyuatis. Di desa ini, memang pengembangan pariwisata baru mulai terjadi sejak enam tahun terakhir. Ini ditandai dengan mulai datangnya turis limpahan dari desa wisata tetangga, Desa Munduk, yang terlebih dahulu menjadi desa wisata. Para turis itu sebagian besar awalnya menginap di desa Munduk, namun belakangan mulai memilih Banyuatis sebagai lokasi destinasi utama.

Banyuatis selain terkenal dengan kopinya, juga terkenal dengan cengkehnya. Para turis umumnya, sangat terkesan bisa menyaksikan masyarakat memetic cengkeh dengan dangul (satu bambu panjang). Selain itu, para turis juga bisa melihat langsung proses bercocok tanam para petani. “Kami selalu menawarkan program tradisional yang ada di desa kami, seperti membuat minyak kelapa, membuat kopi bubuk, dan sebagainya,” ujar Komunitas Pemandu Wisata Banyuatis, Kadek Marjana.

Wisata Air Terjun dan Bersepeda di Desa Banyuatis

Ditambahkan Kadek Marjana, para turis umumnya datang melakukan tracking baik berjalan kaki maupun dengan sepeda. Untuk tracking, biasanya dilakukan menuju lokasi air terjun Pasiraman, Banyuatis. Air terjun ini memang sangat alami, dengan ketinggian sekitar 50 meter. Awalnya, air terjun Pasiraman Banyuatis ini, pernah dipublikasikan sebagai destinasi wisata.

Saat itu beberapa kali rombongan turis dating. Namun karena pengelolaan yang kurang maksimal, sempat redup. Belakangan, pengelolaan dilakukan para pemandu wisata Banyuatis dengan selalu menawarkan tracking kepada wisatawan asing yang menginap di Banyuatis. “Jadi lokasi favorit kami adalah air terjun Pasiraman. Di atas air terjun ini, juga ada semacam permainan air berupa waterboom tradisional, berupa serot serotan,” kata Nyoman Yoga selaku pemandu wisata lainnya.

Selain menuju air terjun Pasiraman, kini program baru juga ditawarkan para pemandu wisata Banyuatis yakni berupa keliling sepeda menuju areal Banyuatis yakni Amazing Banyuatis Bike (ABB). Para turis ditawarkan berupa paket bersepeda, sekitar empat sampai enam jam. Mereka berkeliling menikmati pemandangan alami yang sangat alami, mulai dari menikmati sungai, pancoran air, air terjun, pemetik cengkeh, dan juga akan menuju ke Danau Tamblingan. “Kami menawarkan bersepeda dengan start dari Tamblingan, lalu menyusuri ke desa di bawah sampai akhirnya finish di Banyuatis,” kata Kadek Marjana.

Wisata Air Terjun dan Bersepeda di Desa Banyuatis

Paket yang dtawarkan biasanya untuk 4 sampai 5 jam, para turis bisa dikenakan Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. “Kami berharap Banyuatis kelak bisa berkembang menjadi desa wisata, seperti tetangga Desa Munduk yang terus berkembang,” ujar Agus Astapa, yang didaulat sebagai ketua kelompok sadar wisata Banyuatis Sejahtera.

Bagi para turis yang dating ke Banyuatis, lanjut Agus Astapa, umumnya menginap sekitar 2 atau 3 hari. Mereka suka di lokasi ini karena sangat alami, dan damai, meski sebagian diantara mereka berkeliling ke luar desa, seperti lokasi lokasi wisata lainnya di Buleleng. Dari Banyuatis mereka biasanya ke Lovina atau Pemuteran dan obyek wisata lainnya, setelah breakfast.

Sebagai penunjang menuju desa wisata, sejumlah komponen di desa Banyuatis pun terus berupaya menjaga lingkungan. Pasalnya, para turis sangat suka dengan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Itu sebabnya, komunitas sadar wisata Banyuatis Sejahtera ini, kerap mengajak paramuda Banyuatis untuk melakukan bersih bersih lingkungan. “Kami pun terus berikrar untuk menjadikan Banyuatis bebas sampah plastic, karena itu salah satu poin yang sangat disukai para turis,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *