WISATA BAHARI KEINDAHAN TAMAN DEWA BAWAH LAUT DI PEMUTERAN BALI

WISATA BAHARI KEINDAHAN TAMAN DEWA BAWAH LAUT DI PEMUTERAN BALI

Buletindewata.com, Buleleng.

Wisata Bahari di Bali sudah menjadi aktivitas wisata yang menyenangkan, banyak wisatawan ke Bali sengaja untuk menikmati wisata bahari. Selain aktivitas water sport seperti parasailing, sea walker dan beragam aktivitas lainnya, menyelam atau diving juga menjadi salah satu aktivitas bahari yang menarik untuk dieksplorasi di Bali.

Jika wisatawan tertarik untuk diving, wisatawan tidak ada salahnya untuk mencoba aktivitas ini di Taman bawah laut Pemuteran. Sesuai dengan namanya, Taman laut, destinasi wisata ini tidak hanya menyuguhkan panorama alam bawah laut yang sarat akan terumbu karang, namun Taman Laut ini benar-benar tampil beda, karena ada replika pura bawah laut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan jika spot Taman Laut Pemuteran ini tidak saja memiliki beragam biota laut, namun juga memiliki Taman Dewa yang indah. “Di Taman Dewa ini, kami memiliki 33 patung dewa yang ada di bawah laut, taman dewa ini menjadi salah satu spot foto yang cantik bagi wisatawan,” jelasnya.

Sutrisna mengatakan patung-patung dewa dengan panjang rata-rata 2 meter tersebut memang sengaja di tanam di dasar laut untuk mempercantik alam bawah laut Pemuteran dan mampu menawarkan sensasi menyelam yang menyenangkan.

WISATA BAHARI KEINDAHAN TAMAN DEWA BAWAH LAUT DI PEMUTERAN BALI

Selain beragam jenis patung dewa, mulai dari Dewa Brahma, Dewi Saraswati, patung Budha tidur dan beragam jenis dewa dalam Mitologi Agama Hindu, di taman Dewa Pemuteran ini, juga terdapat replika candi bentar yang megah. Selain untuk dijadikan spot selfie, puluhan patung yang ada di spot wisata ini dikatakan Sutrisna juga difungsikan sebagai rumah ikan dan tempat tumbuhnya Terumbu Karang.

Ketika berkunjung ke Pemuteran, wisatawan tidak saja disuguhkan dengan keindahan taman bawah laut yang indah, namun aktivitas menyelam di Pemuteran juga menjadi salah satu spot menyelam yang sarat ilmu pengetahuan, hal ini karena kawasan  laut Pemuteran sudah dikenal sebagai kawasan uji coba pembuatan terumbu karang dengan teknologi Biorock.

WISATA BAHARI KEINDAHAN TAMAN DEWA BAWAH LAUT DI PEMUTERAN BALI

Terumbu karang Biorock dibangun dengan struktur besi yang dialiri listrik arus lemah (menggunakan aki) sehingga mempercepat pembentukan karang.”Sehingga wisatawan yang datang, bisa menambah pengetahuan tentang kehidupan biota laut yang satu ini,” ungkapnya.

Suksesnya uji coba karang dengan metode Biorock ini membuat wisatawan yang menyelam di Pemuteran juga bisa melihat pemandangan terumbu karang yang indah dengan ikan-ikan hias di sela-sela karang yang dibangun dan dibentuk dengan besi.

Di bawah laut Pemuteran, para turis akan melihat karang berbentuk Penyu raksasa, empat sepeda, Gajah Mina, Dugong dan Penyu yang dililit ular Naga.

Selain itu, para turis dapat melihat terumbu karang Biorock berwarna-warni dihiasi dengan ikan hias, ikan nemo, serta dengan mudah menjumpai penyu, di taman dewa juga terdapat tempat pengembangbiakan penyu. “Sehingga para turis dapat dengan mudah melihat, menjumpai dan berfoto dengan penyu,” ungkapnya.

Dengan adanya fasilitas ini, maka semua kalangan wisatawan bisa melakukan aktivitas menyelam di kawasan Taman  Dewa bawah laut Pemuteran. Bahkan untuk rombongan keluarga juga bisa melakukan aktivitas menyelam bersama, karena jarak antara terumbu karang Biorock, Taman Dewa dengan bibir pantai sangat dekat sekitar 50-100 meter.

WISATA BAHARI KEINDAHAN TAMAN DEWA BAWAH LAUT DI PEMUTERAN BALI

Bagi wisatawan yang berlokasi di Kota Denpasar memerlukan waktu yang cukup lama untuk menuju kawasan wisata ini. Namun demikian, Sutrisna menjamin jika akses transportasi ke kawasan ini sangat baik.

Bahkan bagi wisatawan yang datang dari Pulau Jawa, akses penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk jaraknya cukup dekat dengan kawasan wisata Pemuteran. “Kalau ke Gilimanuk dari Pemuteran, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit, dan kondisi jalan sangat bagus,” ungkapnya.

Sementara itu jika turis berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai di kawasan Kuta atau dari Denpasar, perlu waktu perjalanan empat jam. Jika datang dari Denpasar, wisatawan sebaiknya melewati jalur Bedugul, selain lebih dekat, di sepanjang jalan dari Bedugul hingga Pemuteran terdapat banyak sekali spot wisata yang menarik, sehingga tidak membuat wisatawan jenuh dalam perjalanan.

Mengenai penginapan, ada beberapa resort yang bagus dan mahal, tapi banyak sekali penginapan (homestay), hotel melati. “Kemajuan wisata bahari di Pemuteran banyak dinikmati masyarakat, karena mereka didorong untuk memanfaatkan lahan kosong membuat homestay, restoran dan cafe serta penyewaan alat snorkeling dan menyelam (dive center) serta penyewaan kapal,” paparnya.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *