BELAJAR SURFING, TAKLUKAN OMBAK PANTAI PERERENAN – BALI

belajar surfing taklukan ombak pantai pererenan bali

Buletindewata.com, Badung.

Olahraga berselancar di laut atau surfing sudah menjadi salah satu aktivitas anak pantai di wilayah pesisir di Bali apalagi Bali bagi para surfer internasional disebut sebagai surganya surfing, hal ini tidak terlepas dari jumlah spot surfing yang dimiliki Bali cukup Banyak, bahkan diklaim Bali sebagai pemilik spot surfing terbanyak di Dunia dengan kualitas ombak yang stabil sepanjang tahun.

Namun jika dilihat dari sejarahnya, hingga awal tahun 2000-an, olah raga ini masih identik dengan kesan negatif karena budaya yang terlalu bebas. Namun hal tersebut secara perlahan mulai berubah karena aktivitas olah raga ini sudah mendunia.

Owner Premier Surf School Bali, Rai Agus Suandana mengatakan jika saat ini, aktivitas surfing tidak saja dilakukan oleh mereka yang sudah mahir melakukan olah raga surfing saja, namun banyak juga wisatawan yang datang ke Bali belajar surfing ari awal. “Hal ini seiring berkembangnya trend dan semakin banyaknya tempat kursus surfing yang ada di Bali ini saat ini,” jelasnya.

Bagi wisatawan yang ingin belajar untuk menguji nyali dengan melakukan olah raga ini, Rai mengatakan di Premier Surf School Bali, yang berlokasi di jalan Pantai Pererenan no 5, Mengwi Badung ini, pihaknya menyediakan beberapa pilihan paket belajar surfing kepada wisatawan. Khusus bagi pemula dikatakan Rai, wisatawan peserta kelas surfing ini akan diperkenalkan mengenai olah raga ini mulai dari awal.

Dalam sesi kelas pemula ini, dikatakan Daniel, salah seorang instruktur Surfing di Premier Surf School Bali,  berlangsung selama kurang lebih dua jam, selama dua jam ini, yang dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi dalam kelas dan sesi luar kelas. Sebelum belajar surfing di laut, peserta kelas pemula ini, harus mengikuti materi di kelas terlebih dahulu.

Dalam kelas materi ini, peserta diharuskan menonton tayangan mengenai pengetahuan dasar selancar. Mulai dari penggunaan alat, teknik, sampai dengan antisipasi bahaya. Setelah tayangan selesai, peserta kemudian akan diminta untuk mengganti baju berenang.

belajar surfing taklukan ombak pantai pererenan bali

Setelah ganti baju, kegiatan belajar akan dilanjutkan dengan praktek langsung di pinggir pantai Pererenan, dalam sesi lapangan ini, peserta akan diajak untuk mempraktekkan gerakan selancar di datar. “Untuk praktek pemula ini, memang harus dilakukan di atas pasir, hal ini dilakukan, supaya peserta bisa mencoba beberapa gerakan dengan benar,” terang Daniel.

Ada beberapa gerakan yang harus dikuasai oleh peserta pada kelas pemula ini, yang dimulai dari gerakan tidur tengkurap, selanjutnya belajar mengangkat badan lalu berdiri dengan kaki kiri atau kanan yang ke depan dan badan sedikit membungkuk. Seluruh gerakan tersebut jika di sudah di dalam air harus dilakukan dengan cepat.

Setelah peserta fasih dalam melakukan beberapa gerakan dasar, barulah selanjutnya praktek langsung dilakukan di air. Meskipun sudah praktek langsung di air, namun instruktur surfing dikatakan Daniel biasanya tidak mau membawa para peserta ini di areal laut yang dalam. Hal ini dilakukan untuk menghindari kepanikan mendadakan yang bisa dialami oleh peserta pemula.

Dilanjutkan Daniel, untuk melakukan olah raga surfing ini, selain menyiapkan keberanian, peserta juga harus mampu melatih keseimbangan. “Karena keseimbangan ini adalah kunci utama dari olah raga ini, karena peserta harus berdiri di di atas papan surfing yang dihempaskan oleh ombak,” paparnya.

Untuk peserta surfing ini, Daniel mengatakan juga diberikan fasilitas papan surfing, bamun papan surfing untuk pemula ini berbeda dengan papan surfing bagi peselancar yang sudah professional. Untuk pemula ini diberikan papan surfing yang digunakan ukurannya agak besar dan berbentuk oval, papan dengan bentuk ini lebih aman bagi pemula karena lebih seimbang.

Selain sebagai salah satu bentuk olah raga ekstrem, surfing saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar wisatawan maupun masyarakat lokal, trend surfing sebagai live style ini dikatakan Rai tidak terlepas dari pola pertemanan di kalangan surfer tersebut. “Dimana para pencinta maupun penghobi surfing baik yang sudah mair maupun senior sering kali membentuk satu komunitas yang memiliki kesamaan dalam hal hobi, yakni Surfing,” jelasnya.

Karena kesamaan inilah, Rai menyebutkan olah raga ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup meskipun latar belakang dari para peserta tidak berbeda negara maupun budaya. Namun ketika ada dalam komunitas tersebut, Rai menyebutkan perbedaan diantara para surfer ini sudah tidak ada karena hobby mereka sama.

belajar surfing taklukan ombak pantai pererenan bali

Meskipun merupakan olah raga yang semakin diminati, namun Rai menyebutkan faktor resiko dari olah raga ini masih tetap ada. Salah satunya adalah cedera saat melakukan aktivitas surfing. Namun demikian faktor cedera ini diakuinya tidak terlalu membawa dampak pada aktivitas dan minat masyarakat untuk melakukan aktivitas ini.

Terkait minat wisatawan lokal, Rai mengatakan jika olah raga surfing ini juga diminati oleh wisatawan domestik, baik yang berasal dari luar bali maupun dari Bali sendiri. “Minat wisatawan lokal terhadap aktivitas olah raga ini cukup besar, karena persentase antara lokal dan asing untuk kelas surfing yang kami buka seimbang, yakni 50 persen orang lokal dan 50 persen laiinya adalah wisatawan asing,” ungkapnya.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *