WISATA KE PASAR IKAN KEDONGANAN, SAMBIL NIKMATI BERAGAM SEAFOOD BUMBU BALI

0

Buletindewata.com, Denpasar.

Selain pesona pantainya yang berpasir putih, kawasan pantai Kedonganan yang terletak di Desa Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali terkenal dengan salah satu destinasi kuliner yang menarik untuk dikunjungi, yakni pasar ikan Kedonganan. Meskipun namanya pasar ikan, namun di tempat ini, wisatawan tidak harus membeli ikan dalam jumlah besar, namun wisatawan juga bisa sekaligus menikmati ikan yang di beli di pasar ikan ini. Hal ini karena di pasar ikan ini terdapat jasa mengolah ikan, sehingga wisatawan bisa menikmati ikan segar yang dipilih sendiri di pasar ikan.

Untuk menikmati menu olahan ikan di Kawasan ini terdapat ratusan restoran yang menyediakan menu ikan segar, mulai dari restoran bintang lima, sampai rumah makan yang ada di pinggir pantai.

Made Sudana, seorang pengelola tempat jasa bakar di Pasar Kedonganan mengatakan jika minat wisatawan untuk menikmati olahan sea food di pasar ikan Kedonganan ini sangat tinggi. “Hal ini dikatakannya karena wisatawan yang datang bisa memilih sendiri ikan yang ingin dinikmatinya,” jelasnya.

Bagi wisatawan yang ingin datang ke pasar Kedonganan, dikatakan Sudana tidak perlu khawatir, karena akses transportasi menuju pasar ikan ini sudah ramai, selain itu pelaku wisata di Bali rata-rata sudah mengetahui lokasi pasar ikan ini.

Setelah sampai di pasar ikan, pengunjung bisa langsung menuju areal pasar ikan yang berlokasi di sisi barat dan di areal pasar ini, wisatawan akan disuguhkan beragam jenis ikan segar. “Tidak ikan saja, di pasar ini juga terdapat beragam jenis menu sea food lainnya, seperti udang, cumi-cumi, lobster, hingga kepiting,” lanjutnya.

Setelah ikan dipilih, wisatawan bisa langsung membawa ikan ke jasa bakar, di jasa bakar ini ikan akan dibersihkan dan diolah sesuai dengan permintaan pelanggan. Untuk jenis olahannya, Sudana mengatakan pengunjung bisa memilih beberapa jenis olahan, mulai dari dibakar, digoreng hingga di masak asam manis.

Tidak perlu menunggu lama, karena jasa bakar yang ada di areal pasar Kedonganan ini bisa menyajikan ikan bakar dalam waktu kurang dari 30 menit. “Rata-rata waktu yang kami perlukan untuk menyajikan olahan ikan adalah 15 menit dari proses membersihkan ikan sampai mengolahnya, untuk ikan yang dimasak maksimal memakan waktu sekitar 20 menit,” urainya.

Untuk jenis olahan favorit, adalah dengan cara di bakar, ikan bakar atau sea food bakar yang disajikan di pasar Kedonganan ini disajikan dengan bumbu khas Bali. Namun demikian rata-rata jasa pengolahan di pasar ikan ini diakui Sudana memiliki bumbu khas lyang digunkaan sebagai bumbu bakarannya.

Seperti misalnya jasa bakar yang dikelola Sudana, memiliki bumbu bakar khas, yakni bumbu khas jimbaran yang menggunakan bumbu Bali atau base genep. Penggunaan base genep ini dikatakan Sudana sangat cocok dipadukan dengan beragam jenis makanan laut segar. “Karena bumbu base genep menggunakan beragam jenis rempah-rempah, sehingga bisa menghilangkan rasa amis pada ikan dan makanan laut lainnya,” paparnya.

Untuk bersantap di jasa bakar ini, wisatawan tidak perlu khawatir, karena jasa bakar di pasar Kedonganan ini sudah menyajikan ikan yang dibeli wisatawan lengkap dengan nasi dan sambal beserta minuman yang bisa dipilih sendiri oleh wisatawan.

Untuk jenis minuman yang disajikan adalah rata-rata minuman simple seperti air mineral, soft dring dan kelapa utuh. “Untuk minuman yang paling laku adalah kelapa utuh, karena jenis minuman ini sangat cocok disajikan ketika menikmati seafood,” tambahnya.

Wisata pasar ikan ini dikatakan Sudana saat ini memang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, sebelum terkenal seperti saat ini pasar ikan ini merupakan pasar ikan yang menjual ikan. “Ikan yang dijual di pasar ikan ini tidak saja ikan yang dihasilkan oleh nelayan di Desa Kedonganan, namun juga berasal dari kapal ikan yang merapat di Pantai Kedonganan,” ungkapnya.

Selain dikunjungi oleh pengusaha kuliner yang ingi membeli ikan, ternyata tempat ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan. Pada awalnya yang datang dikatakan Sudana hanya membeli ikan, lama-lama wisatawan ini ingin menikmati ikan langsung di belinya di pasar ikan.

Namun seiring berjalannya waktu, pasar ikan ini menjadi destinasi favorit tidak saja bagi wisatawan lokal, namun juga wisatawan asing, khususnya wisatawan asal Tiongkok.

Karena ramainya permintaan ini, maka beberapa pengelola pun menyediakan jasa pengolanan ikan ini. “Awalnya jasa pengolahan hanya ada beberapa, dan yang ingin mengolah ikan ini hanya wisatawan lokal saja,” ungkapnya.

Untuk harga, rata-rata ikan segar yang sediakan di pasar ikan ini dibanderol dengan harga Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan untuk kerang mulai dari rp 10 ribu per kilogram, cumi-cumi dan udang mulai dari rp 65 ribu per kilogram, lobster mulai dari Rop 125 per kilogram. Sedangkan untuk jasa bakar, harga yang dipatok mulai dari Rp 15 ribu per kilogram sampai dengan Rp 35 ribu per kilogram, sudah termasuk nasi putih dan sambal.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here