SERUNYA MELIHAT ATRAKSI LUMBA – LUMBA DI PANTAI LOVINA BALI

Buletindewata.com, Buleleng.

Kabupaten Buleleng yang merupakan Kabupaten paling utara di Bali tidak saja memiliki aktivitas wisata budaya dan wisata alam yang bisa dieksplorasi oleh wisatawan maupun masyarakat Bali, namun Kabupaten ini juga menawarkan satu jenis aktivitas wisata yang tidak kalah seru dan sangat sayang untuk dilewatkan, wisata tersebut adalah melihat atraksi lumba-lumba di tengah laut Lovina.

Sebagai salah satu atraksi wisata, aktivitas wisata bahari ini memiliki tantangan tersendiri sehingga sayang untuk dilewatkan, khususnya bagi mereka yang menyukai tantangan. Karena untuk bisa menyaksikan atraksi lumba-lumba ini, memang diperlukan sedikit perjuangan, khususnya bagi wisatawan yang berasal dari luar Singaraja.

Seperti  yang diungkapkan Ika Pramitha, wisatawan asal Denpasar yang akhir pecan lalu sengaja datang ke Singaraja hanya untuk menyaksikan atraksi Lumba-lumba Pantai Lovina. “untuk melihat atraksi lumba-lumba ini, memang memerlukan sedikit perjuangan, dimulai dari berangkat ke Singaraja di malam hari, supaya tidak kesiangan hingga menuju lokasi atrasi lumba-lumba dengan jukung nelayan,” paparnya.

Made Kariana, salah seorang pemilik jukung di Pantai Lovina mengatakan bagi wisatawan yang ingin datang ke pantai Lovina untuk melihat atraksi lumba-lumba memang sudah harus siap di pantai sekitar pukul 05.00 wita. “Hal ini karena berangkat ke lokasi lumba-lumba mencari makan di pagi hari memerlukan sedikit waktu tempuh dengan jukung,” jelasnya.

Meskipun harus berangkat pagi, namun Kariana mengatakan bagi wisatawan yang ingin melakukan aktivitas wisata ini tidak perlu khawatir, jika sudah melakukan reservasi sehari sebelumnya, maka pihak pengelola wisata akan melakukan penjemputan ke tempat wisatawan menginap.

Namun jika ingin datang sendiri dan langsung memesan jukung pada pagi harinya, maka wisatawan disarankan untuk datang lebih pagi. “Biasanya yang datang sendiri adalah wisatawan lokal, mereka langsung datang kie pantai dan memesan jukung, sehingga kami tidak perlu menjemput lagi,” ungkapnya.

Setelah wisatawan sampai di Pantai, maka perjalanan ke titik-titik lumba-lumba pun di mulai, perjalanan ini memakan waktu sekitar 20 menit atau sekitar 1 Km dari bibir Pantai, setelah sampai di lokasi lumba-lumba muncul di permukaan untuk mencari makan, maka mesin jukung akan dimatikan terlebih dahulu.

Ketika sampai di lokasi lumba-lumba biasanya muncul, wisatawan dikatakan Kariana juga masih perlu bersabar, karena lumba-lumba tidak langsung terlihat.

Disinilah tugas pemandu sangat penting, karena sang pemandu akan mencari lokasi lumba-lumba dengan cara manual. “Setelah ketemu, maka kami akan memberitahu kepada wisatawan, disanalah saatnya wisatawan bisa mengabadikan atraksi lumba-lumba, baik dengan cara merekam ataupun memotretnya,” urainya.

Selain mematikan mesin jukung, ketika berada di lokasi lumba-lumba ini, supaya bisa melihat atraksi lumba-lumba dengan nyaman, pengemudi jukung tidak boleh memotong jalur berenang lumba-lumba dan jukung harus menjaga jarak minimal 50 meter dengan lumba-lumba.

hal tersebut dilakukan supaya lumba-lumba yang mencari makan tidak merasa terganggu dengan kehadiran manusia. “Dan satu lagi yang penting bagi wisatawa yang menyaksikan lumba-lumba ini, wisatawan dilarang keras untuk memberi makan lumba-lumba yang sedang berenang,” tambahnya.

Atraksi lumba-lumba ini dapat dinikmati sekitar satu jam hingga dua jam, tetapi tidak di satu titik hal ini jukung akan berenang mengikuti arah berenang lumba-lumbanamun tetap dari jarak yang aman bagi lumba-lumba untuk berenang.

Waktu untuk melihat atraksi lumba-lumba ini dikatakan Kariana memang singkat, karena setelah terang, Lumba-lumba akan snagat jarang muncul ke permukaan, kalaupun ada, lokasi munculnya ini dikatakan Kariana ada di laut yang lebih dalam.

Setelah melihat lumba-lumba, jika wisatawan ingin melanjutkan aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, maka pihak pengelola akan menyediakan fasilitas snorkeling. “Selain melihat atraksi lumba-lumba, wisatawan juga bisa menyaksikan matahari terbit di ufuk timur dari tengah laut, dan ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan,” tambahnya.

Untuk melakukan aktivitas wisata ini, Kariana mengaku faktor cuaca sangat mempengarui dilakukannya aktivitas wisata ini. “Jika cuaca buruk atau sedang turun hujan, kami tidak bisa melakukan aktivitas perburuan lumba-lumba ini, aktivitas wisata ini sangat tergantung dengan kondisi cuaca,” jelasnya.

Untuk sewa jukung, Kariana mengatakan untuk menyaksikan atraksi ini, wisatawan akan dikenakan biaya sewa sebesar Rp 100 ribu per orang, satu jukung bisa memuat  minimal empat orang.

Sama halnya dengan aktivitas wisata bahari lainnya, aktivitas wisata bahari ini dikatakan Kariana juga menerapkan standar keamanan bagi penumpangnya, sehingga bagi para penumpang akan diberikan fasilitas life jacket.

Sedangkan bagi wisatawan yang inginmelanjutkan aktivitas wisata dengan melakukan snorkeling, maka wisatawan akan dikenakan biaya sewa sebesar Rp 65 ribu per orang. Untuk snorkeling ini bsia dilakukan disekitar lokasi munculnya lumba-lumba atau di beberapa titik yang memang aman untuk melakukan aktivtias snorkeling,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *