LEBIH DEKAT MELIHAT PESONA WISATA AIR TERJUN NUNGNUNG PETANG, BADUNG – BALI

Buletindewata.com, Badung.

Meskipun wisata air terjun di Bali saat ini sudah sangat banyak, namun hal ini belum mampu melunturkan pesona air terjung Nungnung sebagai salah satu destinasi wisata alam yang berlokasi di Kabupaten Badung.

Sebagai salah satu obyek wisata air terjun yang lebih dulu terkenal dibandingkan dengan air terjun lainnya yang saat ini sedang ngetren di social media, air terjun Nungnung juga mampu menyihir pengunjungnya dengan keindahan air terjun yang memiliki tinggi hingga 50 meter ini. Seperti apa serunya perjalanan ke air terjun yang mulai di promosikan sejak tahun 1996 ini?

Made Rusmini, salah seorang pengelola perkebunan organik di Banjar Nungnung ketika ditemui beberapa waktu lalu mengatakan jika hingga saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke air terjun Nungnung sangat tinggi. “Saat ini wisatawan yang datang tidak saja wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan asing, khususnya mereka yang berwisata ke Bali secara mandiri,” jelasnya.

Untuk mencapai air terjun Nungnung yang berlokasi di Banjar Nungnung Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung ini tidaklah terlalu sulit, wisatawan yang berdomisili atau tinggal di Denpasar bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat dengan menempuh perjalanan menuju Desa Plaga selama satu jam.

Bagi yang pertama kali datang ke obyek wisata ini, tidaklah terlalu sulit menemukan lokasi air terjun ini, karena dari jalan utama akan terlihat plang penunjuk arah di sebelah kanan jalan setelah memasuki kawasan Banjar Nungnung. Setelah mengikuti petunjuk arah tersebut, wisatawan akan sampai di areal parkir air terjun Nungnung.

Dari areal parkir menuju kawasan air terjun ini, pengunjung dikatakan Rusmini harus sedikit berkeringat, karena untuk menuju areal air terjun, wisatawan harus berjalan kaki menuruni anak tangga sepanjang 600 meter.  “Fasilitas anak tangga yang ada di kawasan ini sudah permanen, sehingga pengunjung tidak perlu takut terpeleset karena jalur yang licin di musim hujan,” terangnya.

Meskipun menuruni anak tangga yang harus dilalui pengunjung untuk menuju lokasi air terjun ini cukup panjang, namun perjalanan menuju air terjun ini tidak akan terasa melelahkan, karena di sepanjang jalan, pengunjung akan dimanjakan dengan hembusan udara segar dan gemericik air serta pemandangan hijau yang indah.

Selain itu jika lelah, di beberapa titik di lokasi ini sudah disediakan gazebo yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk beristirahat jika lelah.

Sesampainya di lokasi air terjun, rasa lelah menuruni tangga akan terbayar lunas, pasalnya pesona air terjun Nungnung akan memanjakan pengunjung dengan pemandangan yang mengagumkan. Mulai dari pemandangan air terjun Nungnung yang jatuh dari ketinggian 50 meter dengan debit air yang sangat besar, hingga suasana disekitar air terjun yang masih tetap hijau.

Jika beruntung, pengunjung air terjun bisa melihat pelangi yang terbentuk dari percikan air terjun yang diterpa sinar matahari. “Biasanya pelangi akan muncul jika matahari bersinar terang dan tidak ada mendung sama sekali, saat itulah menjadi momen yang tepat untuk mengambil foto bagi pencinta fotografi,” lanjut perempuan yang akrab dipanggil Luh De ini.

Selain menikmati air terjun, jika lapar dan haus, wisatawan yang datang ke air terjun Nungnung tidak perlu khawatir, karena disekitar lokasi air terjun, mulai dari areal parkir hingga beberapa titik pemberhentian, terdapat beberapa warung yang dikelola masyarakat lokal.

Selain didatangi oleh wisatawan yang ingin berwisata, ternyataka air terjun Nungnung ini juga didatangi oleh wisatawan ataupun masyarakat yang ingin membuat foto pre wedding, seperti yang diakui Aris Budianto, salah seorang fotografer asal Denpasar.

Menurut Aris, Air Terjun Nungnung ini sangat cocok digunakan sebagai lokasi pemotretan karena di lokasi ini sangat banyak terdapat spot foto yang cantik. “Apalagi jika pas cuaca cerah, kita bisa menggunakan bias air terjun yang diterpa sinar matahari sebagai latar belakang foto,” jelasnya.

Selain Aris, aktivtias ini juga dibenarkan oleh Rusmini, menurut Rusmini, aktivitas prewedding memang sering dilakukan di kawasan ini. Biasanya yang melakukan aktivtias prewedding di kawasan ini adalah wisatawan asing.

Untuk biaya masuk, wisatawan yang datang ke air terjun ini akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 15 ribu untuk Dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak, tiket ini bisa dibeli di areal parkir air terjun.

Selain menikmati kesejukan air terjun, bagi wisatawan yang datang ke obyek wisata ini juga bisa sambil berbelanja produk eprtanian organik yang dikembangkan oleh petani di Banjar Nungnung dan sekitarnya.

Biasanya produk pertanian yang ditawarkan adalah produk sayuran dan buah seperti wortel, beetroot, sawi hijau dan jeruk. “Wisatawan bisa membeli langsung di lahan pertanian dengan harga dari petani, selain itu untuk memberikan pengalaman baru, wisatawan juga bisa memetik langsung sayuran yang diinginkan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *