FURAMA ORGANIC FARM HADIRKAN AGROWISATA MINIATUR BALI

Buletindewata.com, Badung.

Furama Villas & Spa kini memiliki fasilitas baru bernama Furama Organic Farm. Atraksi wisata edukasi itu tergolong unik yang menawarkan konsep beda yakni berbentuk miniatur Pulau Bali dengan 8 kabupaten dan 1 kota madya yang masing-masing memiliki tanaman khas. Tanaman yang berbeda itu sebagai ciri khas masing-masing kabupaten. “Kami ingin mengajari tamu tentang Bali lewat kebun ini,” kata General Manager Wayan Sumandia disela-sela peresmian Furama Organic Farm, di Badung.

Peresmian agro farm yang bertepatan dengan Hut ke-10 Furama Villas & Spa itu ditanda dengan penanaman pohon khas masing-masing kabupaten oleh wisatawan dan para tamu undangan. Luas areal 18 are yang sudah digarap sejak tiga bulan lalu. “Dulu tempat agro farm ini adalah sawah yang tak produktif karena kebanyakan air. Maka timbul ide membuat agro, kebetulan sudah menjadi tradisi setiap tamu yang chek out pasti menanam pohon. Maka perlu lahan lain, sehingga muncul agro farm ini,” papar Wayan Sumandia serius.

Keberadaan Furama Organic Farm ini, juga diharapkan berimbas kepada lingkungan Furama, khususnya anak-anak. Karena setiap bulannya akan mengundang anak-anak SD untuk belajar tentang tumbuhan, cara bercocok tanam danlainnya, sehingga mereka tahu jenis dan hidup tumbuhan itu. “Bali mempunyai tanaman yang berbeda-beda ditiap kabupaten. Kedepan, agro farm ini akan menjadi wisata edukasi dan pusat penelitian para peneliti dunia. Sebab konsep tanaman ini berdasarkan Dinas Pertanian Bali,” tegasnya.

Wayan Sumandia mengatakan, perayaan Hut ke-10 Furama Villas & Spa ini diawali dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Sad Khayangan Pucak Mangu, ada pelapasan balon, bersepeda dan kembali melaksanakan tirtayatra ke Bali Barat. Ada lomba bersama keluarga besar, pemberian bantuan kepada lansia di Desa Adat Bindu, juga melakukan schek kesehatan gratis dengan mengajak dokter serta mengunjungi warga yang cacat.

Di tahun ke sepuluh juga memberikan pendidikan kepada anak anak SD terkait pariwisata, hotel dan agro wisata juga “schol mentoring” memberikan besiswa kepada anak-anak yang meraih juara I, II, III. “Mulai April lalu pendidikan secara teori itu dihentikan karena anak-anak diajak langsung ke lapangan, sehingga mereka tahu bentuk dan suasana hotel yang asli dan bukan hanya sebatas teori,” ujarnya.

Khusus untuk CSR, lanjut Sumandia saat ini Furama juga memberikan bantuan kepada orang yang peduli terhadap anjing liar. Seorang ibu yang menjaga dan menyelamatkan anjing ini diberikan bantuan. “Furama seperti menjadi bapak angkat Desa Bindu. Desa ini memiliki potensi ada atraksi tubing, hiling, tanaman organik dan kini agro farm yang akan menjadi satu kesatuan kegiatan berwisata di Desa Wisata Bindu,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *