Keunikan Bali diMata India dari Sudut Pandang Ajaran Hindu

0

Keunikan Bali dimata India dari sudut pandang ajaran Hindu

Buletin Dewata.

Kementerian Pariwisata menargetkan 700.000 wisatawan India ke Indonesia tahun 2018, hal ini disampaikan Sigit Witjaksono, Assisten Deputy Pemasaran Kementerian Pariwisata dalam pertemuan dengan seratus 120 pelaku bisnis pariwisata di hotel St. Regis, Mumbai (14/8).

Konsul Jenderal RI di Mumbai, Ade Sukendar yang mengikuti acara hingga usai pun menyampaikan optimismenya akan target yang dimaksud diatas, mengingat betapa semangatnya Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya yang terus menerus mencari peluang kerjasama tidak saja dengan pasar China sebagai pasar sasaran untuk meraih 20 juta wisman di akhir tahun 2019, namun juga Pasar India.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Provinsi Bali, kenaikan rata-rata kedatangan wisatawan India ke Bali pada empat tahun terakhir sebesar 43,5% , dan bilamana berdasarkan prosentase kenaikan ini, proyeksi kedatangan wisman India ke Bali akan mencapai angka 560 ribu ditahun 2018 atau 80% dari target kedatangan wisman India ke Indonesia.

India merupakan negara yang memiliki daratan yang sangat luas, terbagi dalam beberapa wilayah yang masing-masing memiliki latar belakang sosial, pendidikan, keagamaan, suku dan kegiatan ekonomi yang berbeda. Berbeda dengan Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dan ribuan kelompok sosial dengan budaya yang beragam namun tetap dalam satu bingkai.

Satu keistimewaan Bali dimata pasar India adalah memiliki hubungan sejarah perjalanan ajaran Hindu, dimana dalam perkembangannya Bali mempunyai cara yang unik dalam melaksanakan ajaran tersebut sehingga menarik perhatian dunia.

Apapun yang dilakukan oleh orang Bali baik disaat mengolah sawah, mengatur irigasi, berkesenian, mengerjakan pekerjaan sebagai pematung termasuk dalam aktifitas dalam kehidupan modernisasi sampai saat ini, selalu melibatkan tiga hal yaitu pemahaman akan tujuan untuk selalu berbuat baik dan mendukung kebaikan ; bersusila dengan konsep kekeluargaan, “sesana”, etika dan moral ; ketiga adalah selalu fokus, kerja keras dan penuh pelayanan (bakti) dalam wujud ritualitas.

Konsep diatas ini kemudian mampu diterjemahkan dalam wujud visual seperti tata ruang desa, konsep kosala kosali, tata ruang rumah Bali yang mengikuti arah mata angin dimana utara atau Purwa merupakan arah suci. Konsep Tri Mandala dengan memperhatikan keharmonisan sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yang sangat memperhatikan keharmonisan hubungan antara sesama, hubungan dengan alam dan hubungan terhadap keyakinannya.

Dengan mempromosikan praktek pelaksanaan Hindu di Bali yang begitu nyata dan unik, kita berharap bisa menambah segmen pasar yang berbeda, tidak saja untuk pasar India, namun juga untuk pasar pariwisata negara lainnya.

Mumbai merupakan kota industri, yang terus berdenyut selama 24 jam, penduduknya sangat padat, yang tentunya membutuhkan kegiatan lain disela kesibukan penduduknya. Disamping perkembangan ekononi masyarakat India yang semakin maju, pihak kementerian pariwisata kita terus memfasilitasi koneksitas penerbangan India-Indonesia yang saat ini masih kurang, ditambah lagi dengan gencarnya berpromosi untuk pasar India. Tentu target yang ditetapkan sebanyak 700.000 wisatawan India ke Indoneaia bukanlah tanpa alasan.

Semoga dengan kegiatan promosi ini tidak saja bermanfaat untuk pembangunan pariwisata Indonesia, namun diharapkan dapat menguatkan hubungan kedua negara India-Indonesia melalui deplomasi hubungan antar manusianya.

jro mangku made sulasa jaya

Penulis :

Mangku Made Sulasa Jaya

(Pengamat & Praktisi Pariwisata)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here