Tanggung Jawab Pengusaha Dalam Pembangunan Pariwisata Budaya Berkelanjutan

0

Tanggung Jawab Pengusaha Dalam Pembangunan Pariwisata Budaya Berkelanjutan

Buletin Dewata.

Dalam budaya Bali, keberhasilan pembangunan terletak pada proses nya bukan pada hasil akhirnya saja, dan Bali memiliki pola pembangunan tradisional yangg sangat profesional, mulai dari proses pemilihan setiap elemen dalam unit terkecil pembangunan sampai pada sistem yang melahirkan produk akhirnya. Setiap proses memiliki nilai yang tidak bisa dilewati begitu saja.

Budaya inilah yang melahirkan budaya demokrasi, toleransi dan silaturahmi yang begitu menarik dimana dunia, orang bali tidak saja bersilaturahmi dengan sesama manusia namun juga dengan lingkungan beserta segala kehidupan didalamnya dan bahkan dengan para leluhur yang disebut “Dewa Pitara”.

Investor usaha pariwisata sering melupakan modal terbesar usaha mereka ini, bahkan kita sebagai orang Bali yang sudah ikut arus komersialisasi ini sudah mulai ikut melupakan modal dasar yang telah mendukung usaha dimana kita berada, demi untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan, papan dan pendidikan anak kita semata, seakan kita melupakan kebutuhan akan keberlangsungan jati diri Bali yang dikagumi dunia.

Kita sering mengabaikan pertanyaan apakah pariwisata untuk Bali atau Bali untuk pariwisata ? Kebanyakan dari kita tidak saja menghindar untuk menjawab, bahkan ada yang tersinggung bilamana ditanya seperti itu.

Terlepas dari rasa ketersinggungan, ada juga yang menjawab bahwa usaha mereka yang mengekplorasi dan mengubah tatanan dan fungsi ruang Bali serta memanfaatkan daya tarik sistem kehidupan Bali ini, sudah mengembalikan sebagian dari keuntungannya yang diperoleh untuk mengembalikan atau setidaknya menjaga keberlangsungan sumber daya usaha yang dimanfaatkannya, sebagai tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan ini di Indonesia berkembang sangat lambat, walaupun harus diakui sudah ada perusahaan yang melaksanakannya. Pertanyaannya adalah sejauhmana efektifitas pelaksanaan pertanggung jawaban sosial dan lingkungan yang masih dilakukan secara parsial selama ini ?

Disamping kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari kewajiban perusahan secara ekonomi, dunia juga secara global sudah menyadari adanya tanggung jawab untuk mewujudkan kebahagiaan umat manusia “well being”.

Untuk mempercepat pencapaian keseimbangan pembangunan ekonomi, lingkungan, sosial dan kebahagiaan umat manusia, dan atas dorongan Pemda Badung, maka direncanakan untuk segera membentuk forum tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Badung.

Tantangan kedepan forum ini adalah pertanggung jawabannya kepada masyarakat termasuk masyarakat internasionsl, oleh sebab itu pelaksanaannya wajib mengikuti prinsip prinsip yang digariskan dalam ISO 26000:2010 yang mengatakan bahwa resiko kerusakan tatanan sosial dan lingkungan atas pembangunan adalah tanggung jawab kita semua, termasuk individu dan semua masyarakat.

Forum tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Badung diharapkan bisa mensosialisasikan keberadaan dan program kerjanya dengan benar dan transparan, karena modal utama forum ini adalah kepercayaan dan partisipasi masyarakat.

 

Mangku Made Sulasa Jaya

Mangku Made Sulasa Jaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here