Bandara I Gusti Ngurah Rai Sumbang Kendaraan Operasional Pecalang Desa Adat Kelan Kuta

Bandara I Gusti Ngurah Rai Sumbang Kendaraan Operasional Pecalang Desa Adat Kelan Kuta
Foto : General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado bersama Bendesa Adat Kelan, I Wayan Sukerena memeriksa mobil patroli pecalang.

Buletin Dewata, Badung.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peran desa penyangga untuk turut membantu patroli keamanan sisi luar bandara, PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali menyerahkan bantuan CSR melalui Program Bina Lingkungan ke Desa Adat Kelan, Kuta, Badung. Bantuan berupa kendaraan operasional Pecalang yaitu 1 Unit mobil Toyota Hilux diterima langsung Bendesa Adat Kelan, I Wayan Sukerena, di Wantilan Desa setempat, Jumat (10/1/2020).

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada lingkungan yang bertujuan untuk memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. Menurutnya, Desa Adat Kelan sebagai salah satu desa penyangga di kawasan sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki peran penting dalam hal turut menjaga keamanan pintu masuk wisatawan ke Pulau Bali.

“Melalui Program Bina Lingkungan ini, manajemen ingin membantu desa penyangga dalam melakukan patroli keamanan di kawasan luar bandara. Desa-desa penyangga ini telah ikut terlibat dalam pengembangan bandara,” ujarnya ditemui usai menyerahkan secara simbolis kunci kendaraan mobil operasional pecalang Desa Adat Kelan.

Dikatakan Herry, dengan perkembangan bandara ke depan maka jumlah pergerakan pesawat dan penumpang akan semakin meningkat. Dengan jumlah personel keamanan yang terbatas, maka pihaknya berharap pengamanan di luar bandara bisa dibantu dengan adanya patroli yang dilakukan para pecalang di desa penyangga ini.

“Kami pasti akan butuh tambahan personil yang kami ambil dari desa-desa penyangga. Kami merasa terbantu di sisi selatan karena pengamanan di luar bandara bisa dicover desa-desa penyangga ini. Inilah yang menjadi sinergitas antara bandara dengan desa-desa penyangga,” imbuhnya.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Sumbang Kendaraan Operasional Pecalang Desa Adat Kelan Kuta

Sementara, Bendesa Adat Kelan, I Wayan Sukerena mengatakan, pihaknya beserta seluruh warga turut siap membantu pengamanan sisi selatan bandara demi mendukung kenyamanan dan keamanan penerbangan. Selama ini, upaya tersebut telah dilakukan dengan melaksanakan patroli secara rutin setiap hari, dimulai dari sisi selatan bandara sampai ke wilayah desa adat, mulai pukul 7 malam hingga pukul 7 pagi.

“Kami siap bersinergi dengan Angkasa Pura. Sinergi pengamanan ini sudah berlangsung hampir 5 tahun lalu. Personil yang dikerahkan untuk melakukan patroli setiap hari 7 orang, diantaranya standby di pos 2 orang dan 5 personel yang keliling dengan kendaraan patroli,” terangnya.

Menurut Sukerena, tambahan armada yang merupakan bantuan CSR Bandara I Gusti Ngurah Rai akan sangat membantu pecalang dalam melakukan patroli keamanan. Dikatakan, dengan batuan ini Desa Adat Kelan memiliki 3 unit mobil patroli, terdiri dari 1 unit mobil bantuan Pemkab Badung, 1 unit mobil milik desa ditambah mobil bantuan dari bandara.

Tidak hanya dari sisi pengamanan bandara, pihaknya pun bersama warga sangat mendukung pengembangan pembangunan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk menambah fasilitas, selama masih berkontribusi dan bersahabat dengan alam. “Sumber pintu pertama adalah bandara untuk mendatangkan wisatawan, maka kami tetap akan mendukung bandara di Kelan Tuban ini sesuai komitmen,” pungkasnya.(rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *