Panti Werdha Syailendra Bantu Pemerintah Atasi Lansia Terlantar di Bali

0

Panti Werdha Syailendra Bantu Pemerintah Atasi Lansia Terlantar di Bali

Buletin Dewata, Badung.

Mengurangi jumlah lansia yang terlantar ataupun diterlantarkan di Bali, Panti Werdha Syailendra Bali hadir membantu pemerintah merawat para lansia memperoleh penghidupan yang layak dan tercukupi. Kehadiran rumah bagi lansia terlantar ini ditandai dengan upacara pemelaspas Panti Werdha Syailendra Bali di Jalan Uluwatu, Jimbaran, Badung, Sabtu (27/4).

Sebagai tempat tinggal para lansia, Panti Werdha Syailendra Bali mampu menampung sebanyak 43 orang lansia, dimana satu kamar akan diperuntukkan bagi 3 orang lansia. Selain fasilitas kamar yang nyaman panti ini juga dilengkapi dengan klinik kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan lansia.

I Nyoman Satiawan salah satu Owner dari Rama Group mengatakan bahwa panti ini dibangun oleh Rama Group atas kerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali, baik dari sisi pengeluaran surat rekomendasi untuk perekrutan lansia ataupun terkait hal teknis lainnya. Ia mengaku tujuan dari pembangunan panti ini tidak lain dari membantu pemerintah mengurangi jumlah lansia terlantar.

“Kami merupakan yayasan yang non profit, jadi para lansia yang dimasukkan disini tidak dipungut biaya, biaya yang kami dapatkan murni dari dana CSR yang kami miliki dan sumbangan-sumbangan dari masyarakat”, ungkapnya.

Satiawan pun menkankan bahwa lansia yang masuk di pantinya juga harus memenuhi beberapa kriteria seperti usia diatas 60tahun, tidak bekerja, hidup sebatang kara dan kondisi tempat tinggalnya tidak layak. “Jadi bagi masyarakat yang menemukan kriteria lansia seperti diatas dapat mengubungi pihak Dinas Sosial Provinsi Bali yang nantinya akan direkomendasikan untuk ditempatkan di Panti Werdha Syailendra”, pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menerangkan penduduk Lansia di Bali jumlahnya mencapai angka 441 ribu jiwa pada tahun 2018 (BPS red). Jumlah tersebut merupakan 10,5 persen dari total penduduk Bali yang mencapai 4,2 juta jiwa. Hal tersebut menjadikan Pulau Dewata sebagai satu di antara Provinsi yang penduduk Lansianya tertinggi di Indonesia.

Dari total lansia tersebut, kurang lebih sebanyak 31 ribu hidup telantar. Angka yang besar tersebut menjadi perhatian. Pasalnya lanjut Dewa Mahendra, para lansia ini ada yang hidup sebatang kara, menyendiri tanpa didampingi keluarganya dan ada juga yang sengaja ditelantarkan oleh keluarganya.

Untuk itu, sejalan dengan Perda No 11 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lansia, dimana kehadiran Perda menjadi komitmen dan keberpihakan pemda terhadap kesejahteraan lansia, baik dari sisi alokasi anggaran daerah maupun penanggung jawab pelaksana kebijakan ditingkat daerah.

“Maka dari itu pembangunan yang dilakukan oleh Rama Group ini merupakan salah satu sinergi pemerintah dengan dunia usaha dan diharapkan makin banyak pihak swasta yang melakukan kegiatan sosial seperti ini, guna mengurangi jumlah lansia terlantar di Bali dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera”,pungkas Dewa Gede Mahendra.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here