Kolaborasi Aktivis Lingkungan Manik Bumi Foundation dan Seniman Dunia Bersihkan Sampah Plastik di Pantai Indah Buleleng

0
Kolaborasi Aktivis Lingkungan Manik Bumi Foundation dan Seniman Dunia Bersihkan Sampah Plastik di Pantai Indah Buleleng
Foto : Kolaborasi aktivis lingkungan dan seniman dunia menampilkan sebuah pertunjukan tarian legong yang diikat plastik.

Buletin Dewata, Buleleng.

Manik Bumi Foundation, sebuah yayasan yang bergerak dalam upaya-upaya pembelaan lingkungan hidup dan prioritas kerjanya adalah pengelolaan sampah ini juga menggelar acara bersih-bersih sampah plastik pantai. Seniman dunia dan aktivis lingkungan memungut sampah plastik di sepanjang Pantai Indah, Singaraja, Sabtu (3/11) sebelum matahari tenggelam di ufuk barat Gumi Panji Sakti, Buleleng.

Pendiri Manik Bumi Foundation, Juli Wirahmini di sela-sela kegiatan mengatakan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang lingkungan dan kepedulian terhadap sampah khususnya, Juli memiliki pandangan tersendiri tentang persoalan sampah yang terjadi di Buleleng. Salah satunya di tempat atau kantor terbaru Manik Bumi yang terletak di Jalan Pantai Indah, Singaraja dan tentunya dekat dengan pantai indah.

“Sebelum kami menentukan akan pindah kantor ke tempat ini (Pantai Indah), keadaan pantai disini masih sangat kotor. Sampah plastik masih banyak bahkan ada gundukan plastik. Kemudian kami bekerjasama dengan Desa untuk menjaga pantai ini menjadi bersih,” jelasnya. Mengapa pantai indah ini penting? “Ya kami ingin menjaga kelestariannya disaat nanti musim penyu bertelor,” tandasnya.

Menjaga kondisi pantai Indah yang semakin nampak bersih, pihaknya pun akan melakukan komitmen dan melakukan gerakan bersih pantai secara berkesinambungan. “Jadi tidak hanya pada saat event saja, tetapi kami juga akan membuat sebuah program aksi bersih pantai setiap minggu sekali walaupun dalam skala penting,” akunya.

Tak hanya bersih – bersih pantai, berbagai acara lain juga digelar diantaranya pameran dan pertunjukan dari seniman dunia. Para seniman yang terdiri dari sebelas negara, meliputi USA, Eropa, Afrika, Asia termasuk Indonesia dan Bali khususnya pun berkolaborasi di panggung utama. Ada yang membaca puisi, ada juga memainkan teater. Pengunjung pun tertegun dengan menyaksikan ulah para seniman dunia ini.

Seperti halnya penampilan Samar Gantang yang membacakan puisi dengan nada suara yang menggelegar, ada juga duet Cok Sawitri dan Ayu Laksmi dan kolaborasi memukau seniman Plasticology, Made Bayak dengan Guy Helminger dari Belanda yang menampilkan sebuah pertunjukan tarian legong yang diikat plastik. Acara digelar selama dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu dan Minggu.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here