Jelang Grand Opening Krisna Eco Village Blangsinga Kerja Bakti Bersama TNI dan Desa Pekraman
Foto : Krisna Holding Company bersinergi bersinergi dengan Kodam IX/Udayana gelar Baksos Peringati HUT TNI Ke-73 di pusatkan di Desa Blangsinga. Tampak owner Krisna Gusti Ngurah Anom bersama Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto.

Buletin Dewata, Gianyar.

Dalam kehidupan masyarakat Bali, konsep Tri Hlita Karana sudah menjadi semangat, jiwa yang mewarnai keseharian. Bagaimana menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta. Konsep ini juga yang ingin ditunjukkan Krisna Souvenir Center di desa wisata Blangsinga, Gianyar. Salah satu wujudnya dengan menggelar kerja bakti massal, Jumat (6/7).

Untuk melaksanakan program ini, Krisna bekerjasama, bersinergi dengan TNI Kodam IX / Udayana serta masyarakat. Gerakan ini menjadi istimewa karena melibatkan ribuan peserta, terdiri dari 1.400 warga masyarakat dari 5 desa pekraman, Blangsinga, Banda, Pinda, Saba, dan Bon Biu, ditambah 1.200 tentara dan 300 karyawan Krisna.

Menurut Ayu Saraswati, manajer Perusahaan Holding Krisna, untuk kerja bakti massal ini akan dilaksanakan sejumlah kegiatan. Di antaranya aksi bedah rumah, penyerahaan sembako kepada masyarakat kurang mampu, serta penanaman 6.000 pohon seperti tanaman tabebuya, jambu kristal, dan cempaka.

“Kerja bakti masal ini dilaksanakan sebagai rangkaian dari persiapan grand opening Krisna Eco Village, Krisna Waterpark dan Krisna Souvenir Center Desa Wisata Blangsinga, 18 Juli mendatang. Berbeda dengan outtet Krisna lainnya, tempat yang baru ini mengusung konsep yang berbeda serta mencakup wisata alam, wisata religi dan wisata budaya,” ucapnya.

Sementara itu, owner Krisna Gusti Ngurah Anom menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap Krisna. Pengusaha sukses yang asli Blangsinga Gianyar ini berjanji untuk mengabdi ke masyarakat Bali dengan menjalin sinergi terutama untuk menata desa baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.

Guna mewujudkan hal tersebut, dia menargetkan tahun 2019 mendatang, Krisna berdiri seluruh kabupaten/kota di Bali. ” Saat ini, Krisna baru ada di empat kabupaten/kota yakni Denpasar, Badung, Buleleng dan Gianyar. Kami pun optimis target mampu tercapai mengingat respons dan dukungan masyarakat kepada Krisna sangat besar, contohnya saja masyarakat desa Blangsinga ini yang sangat antusias menginginkan Krisna hadir di wilayah ini, ” ujarnya.

Krisna Holding berawal dari Krisna Oleh-oleh khas Bali, yang pertama kali berdiri 16 Mel 2007 di Jalan Nusa Indah, Denpasar. Pusat belanja oleh-oleh yang sepenuhnya milik putra daerah Bali ini mencoba tampil berbeda dengan usaha sejenis.

Berkat kerja keras seluruh jajaran, kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, serta sambutan positif dari masyarakat dan pengunjung, dalam waktu singkat Krisna Oleh-oleh berkembang pesat dan sudah dibuka pula Krisna 2 di jalan Nusambangan, Denpasar, dan Krisna 3 di Jalan Sunset Road, Kuta.

Krisna Oleh-oleh sendiri bermula dari perusahaan konfeksi dengan nama Cok Konfeksi, dan kini telah berkembang menjadi Perusahaan Holding Krisna dengan sejumlah sister company seperti Rama Krisna pusat oleh-oleh 24 jam di Tuban Badung, Krisna Moda, Butik & Bridal Spa, Krisna Auto Gallery , serta Krisna Gallery & Resto di Jalan Diponegoro, Denpasar. Di luar Denpasar dan Badung Krisna juga melebarkan sayap ke dacrah Bali Utara tepatnya di Buleleng dengan dibukanya Krisna Oleh-oleh dan Krisna Fantastic Land di Temukus, Krisna Watersport di daerah Lovina.

Krisna juga melebarkan sayap ke luar daerah Bali dengan membuka Krisna Oleh-oleh di Darmokali, Surabaya, Krisna Oleh oleh di Samasta Lifestyle Village di Jakarta, di Batu, Malang dan Krisna Kota Tua di Jakarta.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here