TPQ Al-Qodiri Gelar Pawai Budaya Wujud Kerukunan Umat di Banjar Pekandelan Denpasar

 

TPQ Al-Qodiri Gelar Pawai Budaya Wujud Kerukunan Umat di Banjar Pekandelan Denpasar

Buletin Dewata, Denpasar.

Dalam rangka memperingati hari Maulud Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga rasa persatuan dan kesatuan, warga Muslimat Al-Qodiri di Banjar Pekandelan, Desa Pemecetuan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat menggelar kirab budaya. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa secara antusias mengikuti kirab budaya yang digelar untuk kedua kali, Minggu (17/11).

Para peserta pawai budaya dilepas oleh Perbekel Desa Pemecutan Kelod, I Wayan Tantra dari start di kawasan Jalan Kertapura berjalan keliling melewati kawasan di sekitar Banjar Pekandelan, dan kembali lagi ke lokasi awal.

Rangkaian pawai budaya diawali dengan barisan para penari Rudat yang berjalan sambil menari diiringi dengan alunan suara rebana. Dibelakangnya mengikuti para peserta yang menggunakan kostum khas daerah dan tampak pula barisan penari Reog Ponorogo dari Bolo Reog Sardulo Mbalelo Bali. Dalam tradisi Maulud ini, warga mengusung berbagai macam miniatur dan telur yang telah dihias warna-warni dalam bentuk bunga rampai sebagai simbol peringatan hari Maulid Nabi.

Perbekel Desa Pemecutan Kelod, I Wayan Tantra sangat mengapresiasi kegiatan pawai budaya yang diselenggarakan Yayasan TPQ Al-Qodiri Kertapura, Denpasar, Bali. Menurutnya, segala bentuk kebudayaan perlu dilestarikan baik yang datang dari luar Bali maupun kebudayaan di Bali itu sendiri sesuai dengan kearifan lokal.

“Nah inilah toleransi kita di Bali. Di Bali kita sangat menghargai juga kebudayaan-kebudayaan yang ada dari luar Bali. Mungkin ini dapat kita jadikan sebagai penyemangatan kita sebagai umat yang ada di Bali untuk mengetahui bahwa saudara-saudara kita yang datang dari luar sangat semangat sekali. Semangat ini patut kita contoh. Nah, harapan kami selaku perbekel di Desa Pemecutan Kelod, semoga apa yang terbaik dapat kita lestarikan untuk menjaga NKRI kita biar bisa bersatu padu,” ujarnya.

Dikatakan, selain merupakan bentuk dari toleransi umat beragama, kegiatan pelestarian budaya semacam ini juga sebagai benteng untuk menangkal paham yang negatif termasuk radikalisme. “Bahwasannya ini perlu dilaksanakan untuk menangkal hal-hal yang negatif, karena sekarang banyak intoleransi dan juga radikalisme. Nah hal-hal ini sudah barang tentu bisa menangkal yang tidak kita inginkan,” imbuh Tantra.

Hal senada juga disampaikan Kelian Dinas Banjar Pekandelan, A.A. Darma Sentana. Diakui, meski berbeda – berbeda agama, namun kerukunan antar umat beragama di lingkungan warga Banjar Dinas Pekandelan ini sudah terjalin dengan sangat baik.

“Kami dari Banjar Pekandelan di mana Yayasan TPQ Al-Qodiri ini berada, Kami selalu mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan ini dan semoga dalam parade budaya yang telah dilaksanakan yang untuk kedua kalinya ini, kedepannya bisa ditingkatkan dan bisa menjadi tonggak kerukunan kita sebagai umat beragama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan negara kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Sementara, Ketua Panitia Andi Maryono menjelaskan bahwa pawai budaya ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya ditengah keberagaman hidup umat betagama.

“Dengan diadakannya kolaborasi budaya kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang menganut berbagai macam agama, maka dari itu kami mempunyai tujuan supaya masing-masing agama dan antar agama kita rukun. Karena dengan jalan ini kita bisa saling berjalan bersama-sama, bergandeng tangan untuk berkirab pada sore hari ini. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana kita untuk menyame braya,” ungkapnya.

Peserta pawai budaya diikuti seluruh anggota rukun warga Muslim Al-Qodiri di Banjar pekandelan dibantu oleh kelompok seni seperti sekaa baleganjur dari banjar pekandelan dan dari luar kelompok Penari Rudat dari Bugis Tanjung Benoa dan penampilan kelompok Seni Reog Ponorogo, Bolo Reog Sardulo Mbalelo Bali. Hadirnya partisipasi dari umat Hindu Banjar Pekandelan dalam semakin melengkapi makna kebahagiaan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *