Desa Adat Bondalem Tejakula Gelar Puncak Karya Tawur Tabuh Gentuh

Desa Adat Bondalem Tejakula Gelar Puncak Karya Tawur Tabuh Gentuh

Buletin Dewata, Buleleng.

Bertepatan dengan Soma Umanis Bala, tanggal 28 Oktober 2019, Krama Desa Adat Bondalem, Tejakula, Buleleng, menggelar Pecaruan Tabuh Gentuh di Catus Pata (perempatan) desa adat setempat. Upacara ini merupakan bagian dari Puncak Karya Tawur Tabuh Gentuh di pura desa dan pura dalem Bondalem yang berlangsung setiap sepuluh tahun sekali.

Pelaksanaan Puncak Karya Tawur Tabuh Gentuh, diawali dengan Upacara Mapepada Tawur pada Minggu 27 Oktober dengan Ngarap Caru Tawur di Pura Dalem melalui Mekarya Urip-uripan berupa Kebo, Godel, Kambing Selem, Angsa, Kucit Butuhan, Asu Bang Bungkem, Bebek Bulu Sikep, Ayam Manca, Ayam Wangkas, Ayam Ijo Alab, Babi Urip 4 ekor dan Guling Babi.

Upacara Mepepada Tawur juga diisi kegiatan Memben Tawur ke Pura Bale Agung melewati jalan lingkar desa. Selanjutnya, saat puncak karya digelar Pecaruan Tabuh Gentuh di catus pata desa yang dipuput oleh para sulinggih yaitu Ida Peranda Budha, Ida Rsi Bujangga dan 3 orang Ida Peranda Siwa dari Bondalem.

Ketua panitia karya, Gede Suradnya menjelaskan Karya Tawur Tabuh Gentuh yang berlangsung setiap 10 tahun sekali ini dilaksanakan untuk keempat kalinya di Desa Adat Bondalem. Menurutnya, Karya Tawur Tabuh Gentuh sendiri dilaksanakan sebagai bentuk wujud terima kasih kepada ibu pertiwi karena semua mahluk dibumi telah diberikan kehidupan, serta mendapat berkah dari hasil bumi yang belimpah.

Dengan pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh, Masyarakat pun diharapkan selalu ingat terhadap hubungan dengan alam, dengan tetap menjaga kelestarian alam sehingga melalui pelaksanaan upacara ini diharapkan hubungan antara bhuana agung dan bhuana alit senantiasa harmonis.

Pada Puncak Tawur Tabuh Gentuh, masyarakat Desa Adat Bondalem yang terdiri dari 11 Banjar Adat dengan jumlah warganya mencapai 12.000 orang serta jumlah KK sekitar 4.400 KK terlihat sangat kompak. Hal ini menurut ketua PHDI Desa Adat Bondalem, I Putu Pardana merupakan salah satu bukti bahwa krama di Desa Adat Bondalem sangat kompak dalam melaksanakan upacara yadnya. Dikatakan pula, selain untuk tujuan yadnya pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh juga sebagai bentuk mesikrama dari warga dalam menjalin rasa persatuan.

Usai berlangsungnya Puncak Karya Tawur Tabuh Gentuh, pada keesokan harinya Krama Desa Adat Bondalem pun melaksanakan Nyepi Adat selama sehari dilanjutkan Ngembak Nyepi esok harinya. Rangkaian karya di Desa Adat Bon Dalem akan berlanjut dengan melaksanakan Ngusabha Desa/ Nangsil yang Puncak Karyanya berlangsung pada Selasa 12 Nopember Bale Agung atau Pura Desa, Desa Adat Bondalem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *