Fragmen Tari Mekotek, Angkat Potensi Budaya Desa Wisata Munggu

Fragmen Tari Mekotek, Angkat Potensi Budaya Desa Wisata Munggu

Buletin Dewata, Badung.

Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, sebagai desa wisata, mulai mengemas salah satu potensi budayanya yakni tradisi mekotek sebagai atraksi wisata. Mekotek yang dikemas sebagai fragmen tari hasil garapan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Munggu ditampilkan di Pura Dalem Wisesa, Desa Munggu, Minggu (20/10) disaksikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, bersama Kadispar Badung I Made Badra dan PHRI Badung IGN. Rai Suryawijaya.

Ketua Panita Putu Suarda menyampaikan, bahwa tradisi ngerebeg yang lebih dikenal dengan Mekotek dilaksanakan setiap 6 bulan sekali pada hari raya Kuningan di Desa Munggu. Guna mendukung Desa Munggu yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata sesuai dengan Peraturan Bupati Badung No. 47 tahun 2010, maka Mekotek dikemas sebagai garapan fragmen tari sebagai suguhan kepada wisatawan yang menginap di Desa Wisata Munggu.

Fragmen Tari Mekotek, Angkat Potensi Budaya Desa Wisata Munggu

Menanggapi hal tersebut, Wabup Suiasa sangat mengapresiasi upaya pelestarian seni dan budaya di Desa Munggu. Ia pun sangat bangga kepada tokoh masyarakat Munggu terutama yang bergelut dalam bidang seni sehingga dapat dilestarikan dan dipertahankan sebagai atraksi wisata.”Kami menyambut baik pegelaran ini, namun kami harapkan kemasan atraksi wisata ini tetap menjaga kesakralan dari budaya Mekotek tersebut, ” ujar Suiasa.

Selain untuk meningkatkan budaya dan keunikan Desa Wisata Munggu, Mekotek yang dikemas sebagai fragmen tari diharapkan dapat lebih mengarahkan kegiatan positif bagi teruna-teruni serta meningkatkan perekonomian desa. Fragmen tari Mekotek sepenuhnya didukung teruna-teruni Desa Munggu yang garapannya dipercayakan oleh Listibya Desa Munggu kepada Sanggar Seni Semeton Barong pimpinan Putu Eka Darmayasa dari Br. Kerobokan, Munggu.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *