4 Kebudayaan Denpasar Masuk Nominasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia

4 Kebudayaan Denpasar Masuk Nominasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia

Buletin Dewata, Denpasar.

Setelah mengalami dua kali sidang pembahasan oleh Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Indonesia di Jakarta, 4 karya budaya Kota Denpasar akhirnya lolos dalam nominasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2019.

Keempat karya budaya yang diusulkan Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan yakni Tradisi Ngaro Banjar Medura Desa Intaran Sanur (adat istiadat dan ritus). Sarana Sate Renteng (kemahiran, adat istiadat dan ritus), Tari Legong Binoh (seni pertunjukan), Tari Janger Kedaton sumerta dan Pegok Sesetan (seni pertunjukan).

Usulan warisan kebudayaan Kota Denpasar telah melalui proses yang cukup panjang, dimulai dari penyusunan formulir pencatatan sekitar Desember lalu, dilanjutkan penyusunan formulir penetapan dengan kelengkapan pendukung seperti buku kajian akademis dan video dokumenter.

Sebelum sidang penetapan tersebut, Tim Ahli WBTB Indonesia melalui tim verifikasi melaksanakan pengecekan karya budaya secara langsung ke lokasi ke Denpasar pada Kamis (8/8). Kadatangan Tim Verifikasi yang dipimpin Prof. Dr. Pudentia MPSS ini diterima Tim Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodera, serta seniman dan Panglingsir banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja.

4 Kebudayaan Denpasar Masuk Nominasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia
Foto : Peninjauan Kesenian Tari Legong Binoh, Banjar Binoh Kaja oleh Tim Verifikasi WBTB Indonesia serangkaian usulan penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2019 di Banjar Binoh Kaja, Kamis (8/8).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Pudentia MPSS menyampaikan bahwa verifikasi dilaksanakan dengan mengamati secara langsung keberadaan Tari Legong Binoh. Adapun yang menjadi obyek verifikasi meliputi keberadaan maestro, dan pelaku karya budaya, serta faktor yang mempengaruhi kebudayaan tersebut. “Tentunya verifikasi ini adalah untuk meninjau secara langsung kebudayaan yang diusulkan masing-masing daerah secara autentik,” jelasnya.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan bahwa usulan pendaftaran WBTB Indonesia ini dilaksanakan guna mendorong masyarakat untuk lebih tertarik dan sadar untuk ikut serta dalam melestarikan kebudayaan. Selain itu, dengan terdaftaranya sebagai WBTB tentunya kebudayaan di Denpasar selain tercatat di portal daerah juga tercatat dalam portal nasional guna menghindari klaim dari negara lain.

“Semoga keempatnya dapat ditetapkan sebagai WBTB Nasional tahun 2019, dan Denpasar dapat tetap eksis di tingkat nasional bahkan di dunia melalui warisan budaya baik itu tengible maupun intengible.Sebagai Kota yang berwawasan budaya tentu kita harus melindungi dan menjaga keberadaan warisan budaya di Denpasar,” ungkapnya.

Karya budaya Kota Denpasar bersama dengan karya budaya dari kabupatan lainnya di Bali yang berjumlah 16 ditambah dengan karya budaya di seluruh daerah di Indonesia akan di tetapkan di sidang penetapan di Jakarta pada 13-16 Agustus 2019. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *