Raksa Banda Sebagai Hari Kasih Sayang Dalam Ajaran Hindu

Raksa Banda Sebagai Hari Kasih Sayang Dalam Ajaran Hindu
Foto : Upacara persembahyangan Raksa Banda di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kapal, Badung, Selasa (16/7).

Buletin Dewata, Badung.

Bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, Anggara Paing, Sungsang atau pada Selasa (16/7) dilaksanakan upacara Raksa Banda di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kapal, Badung. Dalam ajaran agama Hindu, Raksa Banda bermakna sebagai Hari Kasih Sayang yang sebenarnya sudah ada sejak dahulu.

Upacara Raksa Banda di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kapal dimulai sekitar pukul 19.00 Wita, diawali persembahyangan bersama persembahyangan bersama dengan menghaturkan banten soda. Usai bersembahyang warga yang hadir mendapatkan benang Tri Datu untuk diikatkan pada tangan.

Raksa Banda Sebagai Hari Kasih Sayang Dalam Ajaran Hindu

Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana mengatakan sesuai petunjuk sastra, Raksa Banda adalah hari kasih sayang dalam Agama Hindu. Raksa mengandung makna menguatkan dan Banda bermakna ikatan, sehingga dengan mengikatkan benang Tri Datu pada tangan masing – masing pasangan bermakna memperkuat ikatan hubungan kasih sayang dan cinta kasih baik antara suami dan istri, orang tua dengan anaknya, kakak dan adik atau hubungan persaudaraan lainnya.

“Tentu dalam pelaksanaan Raksa Banda kita kaitkan dengan upacara agama dengan Matir Piuning di pura yang pemujaannya dilakukan kepada Ista Dewata, Bethara yang beristana di Pura Desa/Puseh ini dilanjutkan dengan pemujaan kepada Bethara Indra dan Dewi Saci memohon anugrah dan kasih sayang agar semua komponen masyarakat hidup saling berdampingan , dan muncul sifat kasih sayang, baik terhadap sesama dan segala ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini ditandai dengan nunas benang Tri Datu sebagi simbol anugrah dari Sang Hyang Tri Murti,” ujarnya

Raksa Banda Sebagai Hari Kasih Sayang Dalam Ajaran Hindu

Kedepan, Sudarsana berharap Raksa Banda bisa semakin dikenal, dipahami dan dilaksanakan setiap tahun sehingga kita tidak terjebak pada perayaan hari kasih sayang yang kita sendiri tidak tahu makna dan filosofinya.

Upacara Raksa Banda di Desa Adat Kapal yang berlangsung untuk kedua kalinya ini diisi dengan acara penyuluhan bahaya narkoba dan HIV/Aids dari BNN dan KPA Kabupaten Badung. Acara dihadiri semua komponen masyarakat baik dalam ranah Adat maupun kedinasan, termasuk WHDI Desa Adat Kapal yang turut andil dengan menampilkan hasil garapan kreasi seninya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *