Upacara Adat Ngerebong di Bali Tercatat Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Buletin Dewata, Badung.

Upacara adat Bali yakni “Ngerebong” tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Hal ini ditandai dengan penyerahan surat pencatatan langsung dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kepada Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Indonesian Intellectual Property Awards (IIPA) serangkaian peringatan Hari Kekayaan Intelektual se-Dunia ke-19 yang berlangsung Jumat (26/4) pagi di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung.

Upacara Ngerebong merupakan tradisi yang digelar oleh umat Hindu, seperti di Pura Agung Petilan, Desa Pakraman Kesiman dan Puri Agung Pemayun. Tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap 6 bulan, tepatnya pada hari Minggu atau Redite Pon wuku Medangsia. Upacara Ngerebong bertujuan untuk memelihara keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama umat manusia dan manusia dengan alam lingkungan.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam sambutannya mengatakan jika Perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) memiliki peran strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional melalui sektor ekonomi kreatif. “Kekayaan Intelektual serta para pelaku ekonomi kreatif dapat bersinergi secara aktif terutama terkait dengan promosi dan diseminasi Kekayaan Intelektual,” ucapnya.

Yasonna menambahkan, perlindungan serta sistem Kekayaan Intelektual yang baik dapat menjadi competitive advantage suatu negara untuk bersaing dengan negara-negara lain. “Terbukti negara-negara berpredikat maju saat ini adalah negara-negara yang sadar dan menghargai betul atas pentingnya Kekayaan Intelektual dalam membangun ekonomi negaranya,” tambah Yasonna.

Gubernur Bali, Wayan Koster sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal terhadap upacara adat “Ngerebong”. Menurut Koster, hal ini merupakan langkah yang baik untuk mendaftarkan kekayaan adat, budaya, karya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

“Saya terus mendorong industri lokal di Bali yang sangat kaya, unik, kreatif dan inovatif yang memang semestinya mendapatkan perlindungan agar mendapatkan kontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Koster yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini,

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penyerahan surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) asal Jawa Timur yaitu ‘Permainan Sapi Sonok’ kepada Gubernur Jawa Timur serta KIK asal Bali. Dilanjutkan pemberian 92 Sertifikat Merek UMKM kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan penghargaan kepada Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Bali atas Inisiasi Membangun 9 Sentra KI di Bali.

Kegiatan Indonesian Intellectual Property Awards (IIPA) serangkaian peringatan Hari Kekayaan Intelektual se-Dunia ke-19 yang berlangsung Jumat (26/4) pagi di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung diikuti para Pimpinan Tinggi Madya dan pegawai di lingkungan Ditjen KI, selain itu hadir pula Gubernur Bali dan Para Rektor Universitas dari berbagai perguruan tinggi.(rls)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *