Pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua di Denpasar Art Space Jadi Wahana Edukasi Sejarah

Pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua di Denpasar Art Space Jadi Wahana Edukasi Sejarah
Foto : Suasana persiapan pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua di Denpasar Art Space Gedung Merdeka, Selasa (24/5).

Buletin Dewata, Denpasar.

Yayasan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) bekerjasama dengan Pemkot Denpasar serta steakholder lainya, untuk pertama kalinya menggelar sebuah pameran fotography, videography, drawing, dan lukisan tentang situs dan ritus di Bali. Pameran bertajuk “Situs dan Ritus Tatanan Peradaban Bali Tua” terbuka untuk umum. dan berlangsung dari 25 April – 9 Mei mendatang di Denpasar Art Space (DAS), Jl. Surapati No. 7, Denpasar.

Secara keseluruhan semua item karya dalam pameran “Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua” merepresentasikan rekaman peradaban tua secara detail sebagai varian-varian keindahan simbolik berupa foto, film dokumenter, drawing, lukisan yang mewujudkan masing-masing dari tatanan peradaban Tri Maha Lingga Bali (Mahaagung, Mahaawidya, Maharata).

Karya yang dipamerkan meliputi sebuah film dokumenter ritus, 113 foto situs dan ritus yang diambil oleh para fotografer BPJ. Ada 7 lukisan dan 4 karya drawing oleh Bakti Wiyasa serta 8 karya dari fotografer lainya yaitu Bayu Pramana (3 foto), Rudi Waisnawa (3 foto), dan Naya Suanta (2 foto).

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk ngentenin (membangkitkan kesadaran) untuk mencintai heritage di Bali khsusnya Kota Denpasar, salah satunya dengan event pameran ini, dan membuat kelas-kelas budaya pada situs-situs kuno,” ujar I Made Bakti Wiyasa selaku ketua BPJ saat ditemui di sela-sela persiapan pameran, Rabu (24/4).

Bakti Wiyasa menerangkan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini selaras dengan UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Keberadaan situs dan ritus merupakan bagian dari objek pemajuan kebudayaan yang harus dilestarikan, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk melindunginya.

“Bencana heritage, pembongkaran situs kuno, praktik perusakan pura kuno sejatinya telah lama terjadi, tetapi hingga kini belum ada yang ngeh dan belum ada yang mampu menghentikannya hingga saat ini. Semoga pameran BPJ ini mampu menginspirasi Bapak Gubernur Bali untuk segera menghentikan praktik pembongkaran-pembongkaran pura kuno, situs tua di Bali,” harap Bakti Wiyasa.

Yayasan BPJ telah terjun untuk mencari situs-situs kuno di seluruh wilayah Bali. Beberapa situs yang telah dikaji sebagai materi pameran di antaranya situs Pura Desa Peguyangan dan Pura Puseh Peguyangan, Pura Dalem Pemanis Penatih, Pura Dalem Tambawu, Dalem Tungkub Khayangan Sakti Kesiman, Pura Pengerebongan, Merajan Agung Puri Kesiman, Pura Dalem Penataran Tangeb, Pura Kentel Gumi Kapal, Merajan Agung Puri Nyalian Klungkung, Pura Dalem Segara Madu Buleleng, Pura Pengungangan Pemanis, Pura Batur Pemanis.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani sangat mengapresiasi kegiatan yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun internasional. Kedepan, keberadaan situs dan ritus di Kota Denpasar dapat dimanfaatkan sebagai wahana pariwisata edukasi dan sejarah dengan tetap menjaga kelestarian dan keaslianya.

“Secara umum kami di Pemkot Denpasar sangat mendukung plaksanaan kegiatan ini, hal ini sejalan dengan program pelestarian cagar budaya yang sangat gencar dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan dengan sistem inventarisasi dan restorasi, semoga kedepan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan potensi wisata baru,” pungkasnya.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *