Paruman Agung Dharma Ghosana Se-Nusantara Dihadiri Ratusan Sulinggih Siwa Budha

Paruman Agung Dharma Ghosana Se-Nusantara Dihadiri Ratusan Sulinggih Siwa Budha
Foto : Pembukaan kegiatan Paruman Dharma Ghosana di Pura Tanjung Sari, Griya Santrian Sanur, Sabtu (6/4).

Buletin Dewata, Denpasar.

Paruman Dharma Ghosana se-Nusantara kembali digelar untuk mempererat pasemetonan Ida Pedanda se-Nusantara. Mengangkat tema “Apulung Rasa, Manunggal Idep, Nincepang Kaweruhan, Gilik Masemeton, Eling Maring Swadharma, Ngardi Sukertaning Jagat” paruman kali ini dipusatkan di Pura Tanjung Sari, Griya Santrian Sanur, Sabtu, Umanis Uku Bala (6/4).

Manggala Karya, IB. Gede Sidharta yang juga palingsir Pura Tanjung Sari Sanur mengatakan, seperti diketahui paruman Dharma Ghosana dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Dimana sebelumnya diadakan di Kabupaten Gianyar dan untuk enam bulan kedepan akan digelar di Kabupaten Badung. Dalam paruman para Ida Peranda akan memberikan suatu persepsi tentang aspek ajaran agama Hindu yang sudah diwariskan oleh Bhatara Lelangit dalam implementasi Kitab suci Weda dapat ditingkatkan penyebarluasannya sehingga kualitas Tatwa, Susila dan Upakara bisa berjalan dengan baik.

“Saya sangat beruntung dimana Pura Tanjung Sari yang diemong oleh Griya Gede Dalem Sanur ini bisa dihadri oleh ratusan Ida Peranda se-Nusantara, ini merupakan sebuah berkah tersendiri bagi kami pengemong Pura Tanjung Sari Sanur, karena jika seorang Ida Peranda dayang ke rumah ada merupakan sebuah sinar suci bagi anda, apalagi ini ratuasan Ida Peranda, pastinya ini sebuah berkah tersendiri bagi kami”, ujarnya.

Paruman Dharma Ghosana se-Nusantara turut dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati, bersama Wakil Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara, Wakil DPRD Kota Denpasar Wayan Mariana Wandira, bersama tokoh-tokoh puri se-Bali.

Wakil Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara mengucapkan terimakasih karena Denpasar bisa menjadi tuan rumah dari kegiatan Paruman Agung Dharma Ghosana Se-Nusantara. “Ini sebuah kebanggaan bagi Denpasar bisa menyambut para pandita Hindu dari seluruh Nusantara dan diharapkan kepada seluruh sulinggih nantinya dapat menghasilkan sebuah acuan dalam melaksanakan yadnya yang satwika, dengan acuan nista, madya, utama mandala. Serta menyempurnakan paruman agung berdasarkan sastra yang patut dipakai acuan oleh seluruh umat sedharma,” ucapnya.

Paruman Dharma Ghosana se-Nusantara diikuti para Ida Pedanda se-Nusantara sebanyak kurang lebih 480 sulinggih yang merupakan Peranda Siwa-Budha dari 9 kabupaten/kota se-Bali, serta luar Bali meliputi Pulau Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).(ays)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *