Gallery Griya Santrian Sanur Kembali Gelar Pameran Seni Rupa Bertema C5 Visual Art Exhibition

Gallery Griya Santrian Sanur Kembali Gelar Pameran Seni Rupa Bertema C5 Visual Art Exhibition

Buletin Dewata, Denpasar.

Griya Art Gallery di Griya Santrian a Beach Resort and Spa kembali untuk kesekian kalinya mempersembahkan pameran seni. Mengangkat tema C5 Visual Art Exhibition, pameran kali ini diikuti sebanyak 13 orang seniman yang berasal dari Jakarta, Yogyakarta dan Bali dengan memamerkan 25 karya seni. Pameran terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 – 18.00 WITA. Jadwal pameran berlangsung dari 11 Januari – 28 Februari 2019.

Seniman asal Bali, I Ketut Sugantika yang akrab disapa Lekung menjelaskan C5 berdiri tahun 2005 pertama pameran di Yogyakarta sedangkan pameran kali ini merupakan pameran yang ke 2. Konsep C5 merupakan critical (kritis), communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), cooperation (kerjasama) dan creativity (kreatifitas). “Jika ada orang yang ingin bergabung dengan dasar konsep yang sama, maka tetap terangkul. Itulah kami yang selalu kolaboratif yang tak hanya dengan itu itu saja,” ujar Lekung.

C5 dipaparkan meliputi Critical atau kritis berarti bersifat tidak lekas percaya dan selalu berusaha menemukan ketidakseimbangan. Communication atau komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Collaboration dan cooperation bermakna kerjasama. Bertemunya perbedaan dari cara pandang akan memunculkan kemungkinan yang tak terduga. Tindakan bekerjasama dengan orang lain, dapat juga berarti buah karya dari kerjasama tersebut.

Gallery Griya Santrian Sanur Kembali Gelar Pameran Seni Rupa Bertema C5 Visual Art Exhibition

Keempat hal tersebut apabila berhubungan dengan dunia seni, maka perlu diikat dengan semangat kreatif. Kreatifitas adalah kemampuan untuk mencipta sesuatu yang baru dalam bentuk gagasan maupun karya nyata. Namun karena dunia seni bergerak bersama kemajuan zaman, sehingga kreatifitas tidak lagi berdiri sendiri. Makna kreatif menjadi lekat dengan keterbukaan cara berpikir dalam memandang segala perubahan.

Tampak beberapa lukisan mengangkat pesan – pesannya tesendiri, seperti kritik tentang masalah sampah maupun kritik kepada lingkungan. Semua ide karya para seniman melalui karya seni tersebut memunculkan kesadaran untuk menjaga hubungan antar manusia serta alam sekitarnya. Hubungan sekitar terungkap sebagai pemikiran dan pembelajaran bersama. Kesadaran mendapatkan pembelajaran inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan pameran seni rupa C5.

Ke 13 seniman yang turut dalam pameran seni Rupa C5 di Gallery Griya Santrian Sanur, meliputi Agus ‘Baqul’ Purnomo, I Nyoman Diwarupa, Galung Wiratmaja, I Ketut Agus Murdika, I Ketut Sugantika (Lekung), I Komang Trisno Adi Wirawan, I Wayan Arnata, Ipong Purnama Sidhi, Iqrar Dinata, Laila Tifah, M. Dwi Marianto, Nofria Doni Fitri, Syahrizal Koto.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *