Bade Palebon Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Setinggi 24 Meter Diusung Ribuan Warga

Bade Palebon Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Setinggi 24 Meter Diusung Ribuan Warga
Foto : Bade Palebon Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Setinggi 24 Meter Diusung Ribuan Warga, Selasa (18/12).

Buletin Dewata, Gianyar.

Bertepatan dengan Selasa atau Anggara Paing Sungsang (18/12), Upacara Puncak Palebon Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, I Gusti Ngurah Djelantik XXIV dilangsungkan. Ritual ini diawali dengan masudha bumi di areal setra Blahbatuh, mlaspas pakoleman di perempatan Agung Blahbatuh.

Tampak masyarakat tumpah ruah menyaksikan prosesi upacara Palebon Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh menuju Setra Ageng Blahbatuh. Tak hanya masyrakat setempat, ritual upacara ini turut dihadiri sejumlah raja-raja Nusantara yang menarik perhatian wisatawan mancanegara dengan mengabadikan momen langka itu melalui handphone.

Jenazah atau Layon yang diusung diatas Bade Padmanegara setinggi 24 meter dan berat 15 ton. Bade ini diusung oleh sekitar 3000 warga dari 13 banjar, di desa adat Blahbatuh. Bade diberangkatkan sekitar pukul 12.30 wita dari areal puri dengan didahului iring-iringan lembu putih. Dari perempatan Blahbatuh, pengusungan bade memutar di perempatan Blahbatuh ke selatan lalu ke arah barat menuju Setra dan tibasekitar pukul 13.54 wita.

Bade Palebon Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Setinggi 24 Meter Diusung Warga.jpg

Putra almarhum, Anak Agung Ngurah Kakarsana mengatakan, palebon ini merupakan penghormatan terakhir bagi panglingsir dan meneruskan apa yang menjadi tradisi Puri. Disampaikan, semenjak ditinggal sang istri almarhum A.A. Ayu Mirah beberapa bulan lalu kondisi I Gusti Ngurah Djelantik yang berjuang melawan penyakit diabetes terus menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (15/11) di usia 74 tahun. Almarhum meninggalkan lima orang anak yakni, A.A. Ayu Prawaniti, I Gusti Ngurah Jelantik, A.A Ngurah Kakarsana, A.A Ngurah Teja Kusuma dan A.A. Ngurah Putra Narayana. Selain itu almarhum juga meninggalkan lima orang cucu.

Semasa hidup, almarhum Ida I Gusti Ngurah Djelantik yang merupakan Keturunan Raja Bali “Shri Kesari Udayana Warmadewa” aktif dalam Forum Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Tidak hanya di Indonesia namun juga raja-raja di Malaysia, Thailand, Brunei hingga Filipina. Meski lahir di keluarga puri, almarhum dikenal sebagai sosok yang rendah hati. “Beliau orang yang tidak suka ditinggikan, karena baginya bisa berbaur dan menyatu dengan masyarakat adalah hal yang penting,” ujar putra Almarhum ini.

Selama prosesi Pelelebonan tampak arus lalu lintas di seputaran Blahbatuh seperti Jalan Raya Blahbatuh-Jalan Raya Wisma Gajah Mada dialihkan untuk guna meminimalisir kemacetan di jalur Puri menuju setra.(blt)

2 tanggapan untuk “Bade Palebon Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Setinggi 24 Meter Diusung Ribuan Warga

  • 9 Juni 2019 pada 18:56
    Permalink

    Hello there I am so delighted I found your site, I really
    found you by accident, while I was browsing on Askjeeve for something else, Anyways I am here now and would just like to
    say cheers for a tremendous post and a all round exciting blog
    (I also love the theme/design), I don’t have time to go through it all at
    the minute but I have saved it and also added in your RSS feeds, so when I have time I
    will be back to read a great deal more, Please do keep up the fantastic work.

    Balas
  • 11 Juni 2019 pada 17:48
    Permalink

    Hey very cool website!! Man .. Excellent ..
    Superb .. I will bookmark your blog and take the feeds also?
    I am happy to seek out so many helpful info right here within the submit, we’d like work out more strategies on this regard, thank you for sharing.
    . . . . .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *