Koster Promosikan Kesenian Jegog Bali di Ajang Pesona Budaya TMII Jakarta

0
Koster Promosikan Kesenian Jegog Bali di Ajang Pesona Budaya TMII Jakarta
Foto : Gubernur Bali Wayan Koster promosikan kesenian Jegog Bali di ajang Pesona Budaya TMII Jakarta.

Buletin Dewata, Jakarta.

Jegog sebagai salah satu kesenian unik khas Kabupaten Jembrana Bali tampil memeriahkan Ajang Pesona Budaya di Anjungan Bali Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (3/11) malam. Kesenian Jegog dari Bali yang tampil memukau para pengunjung ini diharapkan dapat semakin dikenal masyarakat Indonesia dan juga masyarakat dunia. Pesona Budaya merupakan agenda tahunan di TMII yang menampilkan potensi kesenian Kabupaten/Kota se-Bali secara bergilir.

Dalam Pesona Budaya kali ini, Kabupaten Jembrana menampilkan Antologi Jegog yang dikolaborasikan dengan Pragmentari Petung Agung. Antologi Jegog menggambarkan bagaimana perkembangan Gamelan Jegog yang dipadukan dengan berbagai kesenian khas Kabupaten Jembrana yang dibawakan oleh seniman setempat. Pragmentari Petung Agung menceritakan bagaimana harmonisnya kehidupan masyarakat Bali dengan konsep Tri Hita Karana yang mengambarkan harmonisasi hubungan antar manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan sang pencipta.

“Kesenian Jegog ini merupakan salah satu gamelan unik yang dimiliki oleh Jembrana. Kita patut apresiasi dan promosikan supaya masyarakat luas tahu bagaimana keunikan jegog. Melalui Pesona Budaya, kita ingin Jegog lebih dikenal secara nasional maupun di luar negeri,” urai Wayan Koster saat menghadiri Ajang Pesona Budaya.

Wayan Koster menambahkan kesenian Jegog Jembrana ini merupakan salah satu lambang kebhinekaan yang melengkapi khasanah budaya Pulau Dewata dan menjadi bagian dari kebudayaan nasional. Seluruh elemen masyarakat diminta senantiasa menghargai, menjaga dan melestarikan kesenian yang tumbuh dan berkembang di tiap daerah. “Yang harus diingat, jangan menilai kesenian itu sebagai hal yang biasa-biasa saja, namun kesenian merupakan hal yang luar biasa. Selain dilestarikan dan dikembangkan, kesenian juga harus mampu meningkatkan kesejahteran masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini Nyonya Putri Koster Baca Puisi dengan Iringan Jegog turut membawakan sebuah puisi berjudul ‘Sumpah Kumbakarna’ yang menceritakan perjuangan Sang Kumbakarna, adik Rahwana melawan Sri Rama. Perjuangan Kumbakarna bukan untuk membela sang kakak yang menculik Dewi Shita, melainkan untuk mempertahankan tanah kelahirannya yakni Alengka.

Berkesenian bukan hal baru bagi istri Gubernur Bali Wayan Koster ini. Selain menekuni dunia puisi, ia juga sempat terjun dalam dunia seni tari dan seni peran. Baginya, Puisi adalah bahasa hati, mata air kehidupan. “Melalui puisi, kita dapat mengasah rasa, kepekaan dan budi pakerti. Mari kita jadikan seni berpuisi untuk menyentuh hati,” ujarnya Nyonya Putri Koster.

Ajang Pesona Budaya juga dirangkai dengan pameran yang menampilkan potensi Jembrana yang berlangsung dari tanggal 2-3 Nopember 2018. Pameran menampilkan produk unggulan Bumi Mekepung seperti kain songket, rajut, kerajinan logam dan produk cokelat yang telah diekspor ke Amerika, Korea dan Cina. Dalam kegiatan ini disuguhkan pula jaje bendu yang merupakan jajanan khas Kabupaten Jembrana. Acara Pesona Budaya Kabupaten Jembrana dihadiri pula oleh Duta Besar negara sahabat, Dirut TMII, Menteri Koperasi dan UKM RI Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga didampingi Ny.Bintang Puspayoga, Bupati Jembrana I Putu Artha dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here