39 seniman ikut pameran perdana Art Bali Meriahkan IMF-WB di Nusa Dua

0
Fito : Press Conference pameran perdana Art Bali Meriahkan IMF-WB di Nusa Dua.

Buletin Dewata, Badung

Pameran seni kontemporer bertaraf internasional, Art Bali, akan diselenggarakan mulai dari tanggal 9 Oktober sampai dengan 9 November 2018 di gedung AB • BC (Art Bali • Bali Collection), kawasan Bali Collection, Nusa Dua, Bali.

Bernaung di bawah Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), Art Bali merupakan bagian dari rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF – World Bank Group 2018 yang akan diadakan pada tanggal 8 – 14 Oktober 2018 di kawasan yang sama.

Heri Pemad, selaku CEO dan Founder Art Bali, menyatakan, “Melalui Art Bali, kami ingin menunjukkan komitmen kami untuk membangun serta mengembangkan ekosistem seni dan budaya, di Bali khususnya. Sebagai sebuah ruang baru kesenian, pameran Art Bali.

“Melalui Art Bali, kami ingin menunjukkan komitmen kami untuk membangun serta mengembangkan ekosistem seni dan budaya, di Bali khususnya,” kata Heri Pemad,

Kurator yang terdiri dari Rifky Effendy dan Ignatia Nilu menyampaikan bahwa tema “Beyond the Myths” adalah sebuah pembongkaran ulang tanda yang kerap kali disebut mitos atau bahkan dimitoskan oleh masyarakat dan budaya.

“39 seniman yang terlibat dalam pameran perdana Art Bali ini berasal dari bermacam latar budaya, disiplin seni, dan bahkan dari generasi yang berbeda. Mereka turut serta menawarkan pemikiran, gagasan, dan lambang baru atas tanda-tanda yang dimitoskan oleh seni maupun budaya,” tambah Nilu. Seniman-seniman tersebut dipilih berdasarkan praktik kontemporer Indonesia dan juga seni rupa global.

Proses kurasi dilakukan selama kurang lebih 8 bulan secara intensif, mulai dari perencanaan gagasan, visual, hingga proses presentasi karya di lokasi pameran. Pendekatan yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari medium patung, instalasi, lukisan, karya interaktif, karya performatif, video art, optical.art, karya konseptual, fotografi, dan masih banyak lagi.

Turut hadir dalam pameran Art Bali adalah karya lukisan I Made Djirna yang berjudul “Penculikan Shinta” (2014) yang merupakan serial karya lukisan yang didasari tema cerita klasik Ramayana. Dalam lukisannya, susunan figur-figur, mahluk-mahluk, hewan, dan elemen lain digarap secara padat dengan penggambaran yang berlapis, seperti campuran

Senentaraerbagai gaya melukis tradisi Bali yang sudah mapan pakemnya, seperti Ubud dan Batuan.Lukisan Made Wianta yang berjudul “Triangle War” (1992) merupakan lukisan bercorak abstrak formalisme, dengan menerapkan komposisi berbagai bentuk dan ukuran segitiga.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here