Upacara Pelebon Ida Pedanda Gede Ngurah Griya Wanasari Talibeng Karangasem

Upacara Pelebon Ida Pedanda Gede Ngurah Griya Wanasari Talibeng Karangasem
Foto : Iring-iringan Upacara Pelebon Ida Pedanda Gede Ngurah Griya Wanasari Talibeng menuju Setra Pura Dalem Wanasari, Desa Pekraman Sukahet, Selasa (17/7).

Buletin Dewata, Karangasem.

Upacara Pelebon Ida Pedanda Gede Ngurah dari Griya Wanasari, Desa Talibeng, Sidemen, Karangasem berjalan khidmat, Selasa (17/7). Almarhum Ida Pedanda Gede Ngurah merupakan Pedanda Budha yang lebar atau meninggal pada tanggal 29 Mei 2018, diusianya yang ke 103 tahun, bertepat dengan Hari Suci Waisak.

Prosesi Pelebon diawali dengan ritual Wisudha Bhumi, Pemelaspasan Pamereman dan Narpana. Selanjutnya Layon (jenasah) Ida Pedanda Gede Ngurah diiringi oleh ribuan krama desa setempat, keluarga, kerabat dan sisya menuju Setra Pura Dalem Wanasari, Desa Pekraman Sukahet, mengunakan sarana Lembu dan Bade berwarna putih. Upacara Pelebon Almarhum dipuput oleh Ida Pedanda Panji Sogatha yang merupakan anak sekaligus Nanak almarhum.

Ida Pedanda Panji Sogatha menuturkan semasa hidupnya Almarhum juga dikenal dengan sebutan Ida Pedanda Gede Ngurah Abra Sinuhun. Beliau merupakan seorang Pedanda Budha dan seorang Nabe (guru) yang banyak memiliki Nanak/Sisya (murid) di berbagai wilayah di Indonesia. Almarhum meninggalkan 11 orang anak, 4 di antaranya sudah lebih dulu meninggal. Dari 7 anak beliau, ada 2 anak yang melanjutkan jejak almarhum menjadi seorang Pedanda. Mereka antara lain Ida Pedanda Panji Sogatha sendiri yang telah madiksa tahun 2004 dan Ida Pedanda Guru Gotama.

Ida Pedanda Gede Ngurah Griya Wanasari Talibeng Karangasem
Foto : (Alm) Ida Pedanda Gede Ngurah Griya Wanasari, Desa Talibeng, Karangasem.

Semasa hidupnya Ida Pedanda Gede Ngurah sudah bersadhana keliling Indonesia, sehingga Nanak beliau juga banyak di berbagai wilayah di Indonesia atau dikenal dengan istilah Abra Sinuhun. “Setelah Napak menjadi Ida Pedanda sejak tahun 1960, beliau pernah muput Upacara Eka Dasa Rudra di Pura Besakih tahun 1963 dan tahun 1979. Selain itu pernah juga memimpin Siwaratri di Prambanan tahun 1979-1980, Ngenteg linggih Pura Amertha Jati Cinere tahun 1985 hingga Nubung Pedagingan tahun 1995. Selain itu juga pernah beberapa kali muput ke Lampung dan ke daerah lainnya di Indonesia, sehingga punya Nanak di beberapa wilayah disana. Smasa hidup beliau dikenal sebagai sosok sulingih yang mendarmabaktikan hidupnya untuk masyarakat dan umat hindu, sedangkan dimata keluarga beliau adalah pribadi sederhana dan panutan bagi anak cucunya,” ujar Ida Pedanda Gede Panji Sogatha.

Rangkaian upacara Pelebon di Gria Wanasari sudah dimulai sejak 28 Juni lalu. Sehari usai pelaksanaan Pelebon akan digelar upacara Ngirim/Nuduk Galih dan Ngereka ke pantai Kusamba. Serangkaian Pelebon Ida Pedanda Gede Ngurah, sejumlah pejabat sudah menyempatkan diri datang langsung ke Gria Wanasari, Desa Talibeng, Sidemen, antara lain Bupati Karangasem, Wakil Bupati Karangasem, Ketua DPRD Karangasem, Kapolres Karangasem dan pejabat serta umat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *