MEGOAK –GOAKAN, PERMAINAN TRADISIONAL WARISAN KIBARAK PANJI SAKTI RAJA BULELENG

MEGOAK –GOAKAN, PERMAINAN TRADISIONAL WARISAN KIBARAK PANJI SAKTI DI BULELENG

Buletindewata.com, Buleleng.

Megoak – Goakan merupakan salah satu jenis permainan yang menjadi tradisi di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Permainan ini, memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan Raja Buleleng yakni Anglurah Ki Barak Panji Sakti yang dahulu pernah memimpin Buleleng.

Permainan Megoak-Goakan dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada hari Ngembak Geni setelah pelaksanaan hari Suci Nyepi. Permainan ini diawali dengan prosesi persembahayangan atau ngaturang piuning di pura setempat, seperti di wilayah Dusun Kelod Kauh, Desa Panji lokasi diadakan permainan ini. Para perserta sengaja memilih lokasi sawah, agar lebih tertantang.

Megoak-Goakan adalah permainan yang dilakukan dimana pesertanya membentuk barisan yang berjejer seperti goak. Nama Megoak-Goakan sendiri diambil dari nama Burung Gagak (Goak yang gagah) yang diilhami tingkah ketika burung ini tengah mengincar mangsanya. Pemain dari permainan ini tidak terbatas dari peserta semata, tapi masyarakat yang ikut menonton juga dapat berpartisipasi di dalamnya.Tak canggung penonton pun juga ikut mandi lumpur bersama perserta megoak-goakan.

Dalam permainan Megoak-Goakan, satu regu terdiri dari 11 peserta yang berhadapan dengan kelompok lawan dengan jumlah yang sama, permainan pun diatur oleh pecalang. Penentuan kemenangan dari permainan ini adalah kelompok Goak yang pertama kali mampu menangkap ekor (orang paling belakang) dari kelompok lawannya, maka kelompok tersebut dinyatakan sebagai pemenangnya.

MEGOAK –GOAKAN, PERMAINAN TRADISIONAL WARISAN KIBARAK PANJI SAKTI DI BULELENG

Kelian Dusun Kaja Kauh, Desa Panji, Nyoman Masedaya, menyampaikan, permainan yang rutin dilakukan setiap tahun ini bertujuan untuk memupuk rasa solidaritas antar warga di dusun. “Tidak ada persiapan yang begitu serius dalam permainan, hanya menyiapkan tempat dan air secukupnya, pelaksanaan permainan ini juga merupakan bagian dari upaya masyarakat di desa panji untuk menjaga suatu tradisi serta sejarah keberadaan permainan tradisional”, ujarnya.

Megoak-Goakan ini sejatinya adalah warisan dari Raja Kibarak Panji Sakti pada masanya, yang masih terjaga hingga kini. Tak ada yang membedakan dalam permainan ini, baik laki – laki maupun perempuan, semuanya bisa ikut bermain. Begitu ramainya peserta pernainan ini sontak menjadi tontonan gratis bagi warga yang melintas di wilayah Desa Panji. Tak hanya sebagai hiburan semata, Megoak-Goakan di Desa Panji juga merupakan edukasi sejarah bagi generasi muda yang harus terus dilestarikan demi menjaga tradisi dan budaya adat Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *