TARI BARONG DESA JEHEM BANGLI BIUS PENGUNJUNG PKB

Buletindewata.com, Denpasar.

Pementasan Tari Barong yang ditampilkan duta dari Desa Jehem, Tembuku Kabupaten Bangli sempat membius para pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39. Kalangan Angsoka Taman Budaya Art Centre Denpasar sebagai lokasi pertunjukkan tampak dipenuhi penonton yang sangat antusias menyaksikan pertunjukan Tabuh dan Tarian Barong yang menjadi agenda pertunjukan PKB pada Jumat (7Juli 2017).

Pementasan kesenian rekonstruksi Tabuh dan Tari Barong asal Desa Jehem, Tembuku Kabupaten Bangli ini diawali Tabuh Benarongan Petegak (Tabuh pembuka). Dilanjutkan dengan Tari Barong Bebarisan, yang merupaka tari tradisional dan berawal dari tari baris pada umumnya memiliki gerakan-gerakan lincah namun kokoh, lugas, dan dinamis yang menggambarkan ketangkasan pasukan.

Pembina tari, Cokorda Anom Putra menjelaskan kata Bebarisan dapat diartikan sebagai pasukan yang gagah berani, berkarakter inilah lalu dituangkan kedalam Tari Barong sehingga biasa disebut oleh para pelaku seni dan masyarakat setempat Tari Barong Bebarisan. “Tari ini berkembang sejak tahun 1951 dimana iringan tabuhnya ditata sedemikian rupa mengikuti perkembangan jaman pada saat itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anom Putra, pementasan Tari Barong Bapang Gede,  yang merupakan salah satu tarian tradisional sakral oleh masyarakat Bali. Tari Barong Bapang Gede dapat diartikan sebagai Tarian Barong yang agung dan berwibawa. “Oleh para seniman pada era tersebut dibuatkan gerak-gerak tari tradisional seperti gerakan lembut Cecondongan, Kipekan Onang Capung dan Ngeteb,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *