TARI BARIS SAKRAL PENGOTAN BANGLI TAMPIL DI PKB

Buletindewata.com, Denpasar.

Pesta kesenian bali, PKB ke-39, tahun 2017 dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Baris Sakral dan Baris Gede dari duta Desa Pengotan, Kabupaten Bangli. Tarian ini mampu memukau para pengunjung PKB yang afa di Madya Mandala, Taman Budaya Bali, hingga pertunjukan ini usai.

Bendesa Desa Pekraman Pengotan, Bangli, Wayan Kopok menerangkan, Tari Baris Sakral di Desa Pengotan merupakan tari baris untuk mengiringi upacara keagamaan (piodalan) yang berlangsung di pura- pura. Dikatakan, tari baris ini sudah ada secara temurun di desa Pengotan, bahkan menurut cerita para tetua desa, keberadaan tari baris ini ada semenjak Desa Pengotan ini ada. Hal ini dapat dilihat dari angka tahun yang ada dalam prasasti Pengotan yang berangka tahun CAKA 846.

Secara umum baris ini diyakini merupakan ilen-ilen Ida Batara Pura Luhur Tuluk Biyu yang ada di Penataran Agung Desa Pakraman Pengotan dan diartikan sebagai perlambang Ksatria. Pengabih atau prajurit pengawal baris ini ditarikan dan di pelajari sesuai tradisi secara turun temurun yang berjalan secara wajib dan berkesinambungan oleh krama Desa Pakraman Pengotan yaitu dari Teruna Bunga dan Krama Bala Angkep, sehingga tetap lestari mengiringi setiap upacara keagamaan atau Piodalan di Desa Pakraman Pengotan sampai saat ini.

Dijelaskan lebih lanjut, Tari Baris sakral di Desa Pengotan ada 8 jenis yaitu, tari Baris Gede, Baris Jangkang, Baris Jojor, Baris Dadap, Baris Presi, Baris Perancak, Baris Blongsong, Baris Buntal, Boris Bajra dan 1 Baris Babuang. Namun pada kesempatan ini tari baris yang di pentaskan saat hanya 4 jenis baris dari 8 Baris Sakral yang ada, yaitu tari Baris Jojor, Baris Dadap, Baris Perancak dan Baris Bajra.

Menurut Wayan Kopog, Tari Baris Jojor ini selalu ditarikan paling awal sebagai pembuka dan diyakini sebagai pengabih utama Ida betara, dilanjutkan dengan tari Baris Dadap, tari baris Perancak dan ditutup dengan tari Baris Bajra. “Dari asal katanya, Bajra artinya genta atau gada sehingga baris ini memiliki makna yang dilihat dari bentuk gada sebagai senjata Bima. Sama seperti 3 tari baris sebelumnya, tari baris Bajra ini ditarikan oleh krama bala angkep,” ungkapnya.

Wayan Kopok juga menambahkan, penampilan ini merupakan kesempatan kali pertama yang diperoleh oleh Sekaa Baris Desa Pakraman Pengotan untuk tampil di ajang PKB. Diharapkan pada PKB tahun depan, pihaknya dapat diberikan kesempatan untuk tampil kembali. “Kalau kembali diberi kesempatan, mungkin 4 tari baris yang belum dipentaskan pada PKB tahun ini akan kami pentaskan tahun depan,” ujarnya.

Secara umum tari baris menggambarkan kepahlawan serta kesatria yang siap bertempur membela kebenaran. Tarian ini diiringi oleh tabuh gong gede dan ditarikan oleh 16 orang laki laki bersenjata keris dan tombak.(buleta)

Satu tanggapan untuk “TARI BARIS SAKRAL PENGOTAN BANGLI TAMPIL DI PKB

  • 8 Juni 2019 pada 17:51
    Permalink

    Hi there,I read your blogs named “TARI BARIS SAKRAL PENGOTAN BANGLI TAMPIL DI PKB” daily.Your humoristic style is awesome, keep doing what you’re doing! And you can look our website about free proxy.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *