GAMBUH DRAMA TARI BALI YANG HAMPIR PUNAH, DIPENTASKAN KEMBALI DI PKB

Buletindewata.com, Denpasar.

Peran pesta kesenian bali, PKB, dalam upaya pelestarian seni dan budaya patut diacungi jempol. Tak jarang dari pkb ini, berbagai seni yang sebelumnya mulai terlupakan dan tidak familiar di kalangan masyarakat, dipertontonkan. Salah satunya adalah dramatari gambuh.

Salah satu pementasan yang di tampilkan dalam pesta kesenian Bali tahun ini adalah dramatari gambuh, yang dibawakan oleh sanggar Bajra Geni, Mengwi, Badung. Menurut koordinator sanggar Bajra Geni, Ida Bagus Anom, gambuh merupakan tarian sakral yang banyak dinikmati dan dipentaskan pada zaman kerajaan. “Tari gambuh merupakan dasar dari tarian bali, sehingga dirasakan perlu untuk mempelajari gambuh terlebih dahulu, sebelum mempelajari tarian lainnya”, ujarnya.

Dalam Pesta Kesenian Bali ke-39 ini, sanggar Bajra Geni dipercaya untuk mementaskan dramatari dengan judul Kelana Karang Nagapuspa, yang diawali dengan gending langsing Tuban. Cerita ini mengisahkan tentang kerajaan Daha, yang memiliki putri cantik. Sang putri memiliki kekasih bernama Raden Panji Amalat Rasmin dari kerajaan Jenggala. Sang putri memutuskan untuk melangsungkan pernikahan dengan cara kawin lari. Pada akhir cerita dua sejoli ini akhirnya kembali ke kerajaan jenggala.

Dramatari gambuh saat ini mulai punah dan jarang dipentaskan. Sebagai pencinta seni dari turun temurun Ida Bagus Anom merasa wajib, untuk memperkenalkan dramatari ini kepada generasi muda. Agar tidak terkesan kaku, gambuh yang di dominasi dengan seruling ini dipadupadankan dengan semar pegulingan, sehingga nada yang dihasilkan menjadi indah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *