Universitas Bali Internasional (UBI) Jadi yang Pertama di Bali Miliki Prodi S1 Bisnis Digital

Universitas Bali Internasional (UBI) Jadi yang Pertama di Bali Miliki Prodi S1 Bisnis Digital

Buletin Dewata, Denpasar.

Insitut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada akhirnya berganti nama menjadi Universitas Bali Internasional. Hal ini ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) perubahan bentuk yang diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah VIII Bali, NTB dan NTT, kepada Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Kamis (31/10), bertempat di Kampus Bali Internasional, Jl. Seroja, Gg. Jeruk, Kel. Tonja, Denpasar.

Kepala LLDIKTI wilayah VIII, Prof Dr I Nengah Dasi Astawa mengatakan pihaknya selalu mendorong seluruh perguruan tinggi yang mau mengembangkan diri untuk peningkatan kualitas. Menurutnya semua kampus yang progam studinya kurang begitu diapresiasi pasar saat ini, dikembangkan melalui merger maupun akuisisi, dan IIK juga mengakuisisi salah satu perguruan tinggi di Bali yang sekaligus melakukan perubahan bentuk dari institut menjadi universitas.

“Kita melihat bahwa ada dua hal yang paling penting, pertama adalah bahwa perguruan perguruan tinggi yang kurang bergairah kita akuisisi atau kita merger sehingga mereka menjadi lebih kuat. Yang kedua, dengan bergabungnya itu maka proses pembelajaran Tri Darma akan lebih bagus karena tenaga akan terkonsentrasi untuk mendukung apa yang disebut dengan kualitas.

Ditegaskan, pula bahwa Perguruan Tinggi yang tidak berkualitas pasti ditinggalkan masyarakat. Jadi pengenalan ini pun dimaksudkan untuk meningkatkan bagaimana seluruh aktivitas kegiatan tri dharma perguruan tinggi dan mengacu pada budaya mutu.

Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM) dalam sambutannyanya menyampaikan bahwa melalui SK Menristek Dikti tanggal 10 Oktober 2019, maka Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali berubah menjadi Universitas Bali Internasional. Dengan 8 program studi (Prodi) unggulan yang dimiliki yaitu S1 Farmasi Klinis, S1 Fisioterapi, S1 Manajemen Informasi Kesehatan, S1 Adminstrasi Rumah Sakit, S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, S1 Psikologi, S1 Teknologi Laboratorium Medik dan D4 Teknik Elektro Medik, Universitas Bali Internasional menambah satu prodi baru yaitu S1 bisnis digital.

” Prodi Bisnis Digital didirikan, karena menurut pengamatan kami merupakan yang pertama di Bali, dan kami nomor empat ada di Indonesia. Karena kami anggap bahwa revolusi industri 4.0 memerlukan pengembangan sumber daya manusia yang memahami itu. Dan Prodi Bisnis Digital ini mudah – mudahan dapat memberikan sumbangan bagi Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk menyongsong era digital,” ucapnya.

Ditambahkan Bakta, dengan memperluas dari status institut yang hanya mengelola satu rumpun menjadi universitas yang mengelola banyak ilmu maka konsekuensinya adalah tanggung jawab yang lebih besar. ” Apalagi kami menyandang nama Bali Internasional tentu berat sekali beban yang harus kita pikul dipundak ini. Sebagai sebuah institusi kita baru 4 tahun resmi meski faktualnya baru 3 tahun. Kedepan kami akan merencanakan restrukturisasi dari organisasi institut menjadi universitas,” ujar Bakta seraya akan terus berupaya memikirkan prodi baru yang harus dikembangkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Bali dan apa yang diperbolehkan dari pusat, serta melihat kecukupan SDM.

Sementara, Bendara Yayasan Anugerah Bali Indonesia, Ketut Sugiarta, SE, MM mewakili ketua yayasan sangat mendukung segala upaya IIK yang kini menjadi Universitas Bali Internasional. Ia pun berharap universitas yang baru ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan mutu dan kualitas pendidikan yang ada.

“Kedepan dengan adanya Universitas Bali Internasional tentunya kita mengharapkan bagaimana nantinya universitas yang kita dirikan ini menjadi universitas yang betul – betul bisa diperhitungkan di dunia pendidikan dan juga bermanfaat bagi Kota Denpasar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dan bahkan nanti, kita akan mengembangkan sayap ke dunia internasional sesuai dengan kita mempunyai visi misi dari yayasan,” tandasnya.

Merampingkan struktur namun kaya akan fungsi, Universitas Bali Internasional hanya memiliki 2 fakultas yaitu Fakultas Kesehatan dan Teknologi, serta Fakultas Bisnis Sosial. Dengan menyandang status barunya, universitas ini memiliki jumlah mahasiswa kurang lebih 1000 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *