Yowana Sri Semara Ratih Pasraman Sri Nahhuna Dhanta Gelar Seminar Kepemudaan di Era Milenial

Yowana Sri Semara Ratih Pasraman Sri Nahhuna Dhanta Gelar Seminar Kepemudaan di Era Milenial
Foto : Wawancara dengan pendiri Pasraman Sri Nahhuna Dhantha Yowana Sri Semara Ratih, Ida Mahaguru Suci Sri Bhagawan Nehwa Jagad Karana.

Buletin Dewata, Denpasar.

Pemuda – pemudi Yowana Sri Semara Ratih dari Pasraman Sri Nahhuna Dhanta menyelenggarakan seminar kepemudaan. Seminar diikuti para pemuda Hindu dari mahasiswa, siswa-siswi SMA/SMK, karang taruna dan pasraman digelar di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bali di Jalan Letda Tantular No. 14 Renon, Denpasar, Minggu (27/10).

Ida Mahaguru Suci Sri Bhagawan Nehwa Jagad Karana selaku pendiri Pasraman Sri Nahhuna Dhantha, di Desa Apuan, Tabanan ini mengharapkan melalui kegiatan seminar ini dapat menambah wawasan anak pemuda Hindu agar tetap tangguh dan mampu mengajegkan adat dan tradisi di era milenial ini melalui keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.

“Jadi tanpa diimbangi kecerdasan intelektual itu dengan kecerdasan spiritual maka kecerdasan itu tidak akan terkontrol dalam langkah generasi muda kedepannya. Itulah tujuan kami, sehingga kami bertekad untuk memadukan intelektual, emosional dan spiritual menjadi satu kesatuan yang utuh dalam kehidupan generasi muda sehingga akan menemukan jati dirinya dalam kehidupanya,” ujarnya.

Dikatakan, pendididikan agama dan spiritual sangat penting diberikan untuk menguatkan karakter para generasi muda untuk bisa bersaing di dunia global. Di Pasraman Sri Nahhuna Dhantha Yowana Sri Semara Ratih diajarkan berbagai macam spiritual seperti agama, yoga, spiritual dan berbagai kegiatan lain yang sangat baik untuk perkembangan karakter generasi muda.

Yowana Sri Semara Ratih Pasraman Sri Nahhuna Dhanta Gelar Seminar Kepemudaan di Era Milenial

Mengangkat tema menjadi pemuda Hindu yang cerdas dalam mempertahankan adat dan tradisional di era milenial, seminar menghadirkan pembicara yaitu 1. Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastra Suyasa III, S.E, (M.Tru),M.Si (senator DPD/MPR RI utusan Provinsi Bali) dengan topik kepemimpinan dalam perspektif Hindu Dharma, 2. Acarya Paramananda Muni Daksa (DosenUniversitas Bali Dwipa), 3. KS Arsana (Ketua BPH Pusat, Ketua PHDI Pusat, Ketua Umum DPP Prajaniti Hindu Indonesia).

Hadir sebagai narasumber, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastra Suyasa III, S.E, (M.Tru),M.Si mengatakan bahwa kaum milenial sebagai Pemuda Bali maupun pemuda Indonesia yang berwawasan Tri Sakti harus mampu menjaga kebudayaannya melalui nilai nilai kearifan lokal yang ada, namun pemikirannya harus intelek. Pemuda Hindu milenial pun diminta tidak seperti ‘katak dalam tempurung’, namun harus memiliki wawasan yang luas melalui pergaulan internasional, tapi tetap memegang kuat budaya dan tradisinya

“Jadi jangan sampai pergaulan dengan turis, pergaulan secara globalisasi itu menggerus nilai-nilai kehinduan kita. Yang paling penting jiwanya itu harus tetap pro Hindu, bicara membela tentang kepentingan adat Bali. Dan saya juga meminta kalau Pemuda Hindu milenial mereka tidak seperti katak dalam tempurung, mereka harus ‘out of the box’, mereka harus bergaul dengan internasional, mereka juga harus cerdas, tetapi pakaiannya, tradisinya tetap bangga dengan budaya Bali,” tandasnya.(wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *