Festival Kuliner Sukla, UNMAR Dorong Generasi Muda Berwirausaha dan Mencintai Kuliner Bali

Festival Kuliner Sukla, UNMAR Dorong Generasi Muda Berwirausaha dan Mencintai Kuliner Bali

Buletin Dewata, Denpasar.

Mengaplikasikan konsep Sukla dari kesucian makanan yang dibuat dan disajikan, mahasiswa Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali menggelar Festival Kuliner Sukla ke 2 kalinya, bertempat di Pelataran parkir Museum Bali, Minggu (08/10). Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong minat generasi muda Bali untuk menjadi wirausaha di bidang kuliner.

Kuliner Bali merupakan salah satu bagian dari budaya Bali yang resep dan cara pengolahannya diwarisi secara turun – temurun. Namun demikian keberadaan kuliner Bali saat ini tergolong jarang diminati khususnya oleh generasi muda Bali itu sendiri. Mereka Kebanyakan lebih suka mengkonsumsi makanan cepat saji.

Untuk mengajak para generasi muda lebih mencintai kuliner khas Bali, Mahasiswa Universitas Mahendradatta Bali menggelar festival kuliner dengan mengedepankan konsep sukla yaitu kesucian terhadap makanan yang dibuat dan disajikan.

Dewan pembina Universitas Mahendradatta Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga Senator DPD RI, sangat mengapresiasi Festival Kuliner Sukla ini. Selain merupakan salah satu kegiatan dari perwujudan Tri Dharma perguruan tinggi, festival ini diharapkan mendorong generasi muda untuk lebih mencintai kuliner khas Bali.

“Jadi kita melihat bahwa pada hari ini anak-anak muda Bali kita didik agar mereka mengenal dan mencintai makanan-makanan ala Bali. Tadi kita melihat bahwa makanan Bali macamnya cukup banyak. Ada yang memang makanan Bali yang jarang kita temui di pasar. Jadi inilah salah satu bentuk dari wujud Tri Dharma perguruan tinggi,” ujarnya.

Festival Kuliner Sukla, UNMAR Dorong Generasi Muda Berwirausaha dan Mencintai Kuliner Bali
Foto : Dewan pembina Universitas Mahendradatta Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kiri) yang juga Senator DPD RI meninjau Festival Kuliner Sukla.

Lebih jauh, Arya Wedakarna meminta generasi muda untuk berani menjadi wirausaha termasuk mencoba menekuni bisnis kuliner Bali. Menurutnya, kuliner adalah bisnis yang tidak ada matinya karena tidak terdampak krisis ekonomi. “Saya dukung ini dan mulai dari sini mahasiswa kita akan terus dididik agar kedepan setelah lulus sarjana, mereka bisa menjadi entrepreneurship profesional,” tuturnya

Bisnis kuliner pun dinilai Arya Wedakarna sangat berpotensi membuat orang cepat kaya dibandingkan menjadi pegawai atau karyawan perusahaan. “Saya anggap bahwa bisnis kuliner itu adalah bisnis yang tidak ada matinya karena tidak kena krisis sehingga bisnis kuliner ini cepat membuat orang kaya. Ya dibanding menjadi pegawai, dibanding menjadi karyawan, dibanding hanya sekedar menjadi TKI di luar negeri atau dibanding hanya untuk menjadi pegawai di pemerintahan, lebih baik terjun ke dunia bisnis dan gunakanlah harta kekayaan keluarga yang ada di desa untuk kegiatan-kegiatan positif. Saya undang jadi wirausaha, ini yang namanya generasi dengan berani mengambil resiko kerja,” tandasnya.

Dibuka Wakil Rektor III Universitas Mahendradatta Bali, Drs. Hj.Abdul Samad Asaf, M.M, Festival Kuliner Sukla ke-2 yang berlangsung sehari, mulai pk. 10.00 Wita hingga pk. 20.30 Wita melibatkan sebanyak 28 stand peserta dari 4 fakultas ditambah 14 UKM peserta.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *