LSP Pariwisata Bali Gelar Sertifikasi Kompetensi Housekeeping Bagi Guru SMK se-Bali

LSP Pariwisata Bali Gelar Uji Kompetensi Housekeeping Bagi Guru SMK se-Bali
Foto : LSP Pariwisata Bali gelar sertifikasi uji kompetensi bidang Housekeeping untuk guru SMK se-Bali, di Kampus Mediterranean Bali, Denpasar, Sabtu (31/8).

Buletin Dewata, Denpasar.

Memberikan pengakuan keahlian di bidang Housekeeping, puluhan guru pendidik mata pelajaran Housekeeping di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Bali mengikuti pelatihan dan sertifikasi uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bali di Kampus Mediterranean Bali, Renon – Denpasar. Mengacu kepada aturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), LSP Pariwisata Bali telah menerapkan sistem sertifikasi digital bagi para pesertanya.

Pelaksanaan uji kompetensi LSP Pariwisata Bali ini telah diawali sebelumnya dengan memberikan pelatihan Housekeeping level 3 bagi guru non vokasi. Mereka merupakan guru – guru berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris, Matematika, maupun IPA yang berkesempatan mengajar bidang Housekeeping di SMK. Pelatihan Housekeeping diberikan secara online dan offline. Dimana, peserta selama 2 bulan berlatih dengan mengakses semua materi secara online dan dilanjutkan dengan mengikuti pelatihan offline.

“Prosesnya adalah sebelum mereka melakukan pelatihan offline mereka sudah melakukan pelatihan online Selama 2 bulan. Dimana kami bekerjasama dengan AJAR.id dalam hal ini sebagai penyedia konten housekeeping. Disini tersedia juga fasilitas virtual, dimana peserta dapat berkomunikasi dengan trainernya dan setelah pelatihan ini, mereka pun mengikuti pelatihan ofline,” ujar Direktur LSP Pariwisata Bali, Anak Agung Widnyana ditemui usai pembukaan uji kompetesi Kampus Meditetranean Bali, Sabtu (31/8).

Dikatakan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang melibatkan para asesor yang merupakan praktisi industri ini menggunakan skema room attendant dengan unit – unit yang sudah sesuai standar. Dengan alur proses yang sama yang disesuaikan dengan kaidah dan aturan BNSP, LSP Pariwisata Bali telah menerapkan sistem sertifikasi secara digital guna memudahkan proses asesmen.

“Jadi memudahkan asesor dan asesi dalam melaksanakan asesmen. Jadi disini asesi sudah melakukan pendaftaran secara online, mengupload bukti – bukti yang mereka miliki, mengisi APL 01 dan melakukan asesment mandiri atau mengisi APL 02 dan asesor juga sudah melakukan pra asesment terhadap bukti-bukti yang disampaikan oleh asesi,” jelas Agung Widnyana.

Ditambahkan, bagi peserta yang dinyatakan belum kompeten oleh asesor, masih diberi kesempatan untuk dapat mengakses semua materi-materi yang belum dipahami dan mengikuti proses assemen berikutnya, sehingga melalui pelatihan dan pelaksanaan uji kompetensi, peserta diharapkan benar – benar berkompeten untuk berhak mendapat sertifikat kompetensi di bidangnya.

“Bagi peserta yang belum kompeten, kami masih berikan kesempatan mengakses materi-materi yang ada di AJAR.id. Dan kami akan review lagi materi-materi yang mereka belum pahami itu di Mediterranean Bali, bersama dengan para trainer untuk mereview kekurangan mereka. Nah, setelah mereka memiliki bukti review dari pelatihan tersebut, kami akan lakukan asesi terhadap pelaksanaan sertifikasi mereka, sehingga harapannya mereka yang mendapatkan sertifikat kompetensi harus betul-betul kompeten,” imbuhnya.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bidang pariwisata, Erna Marlina, sangat mengapresiasi adanya pelatihan dan uji kompetensi yang digelar atas kerjasama LSP Pariwisata Bali, MGMP dan Mediterranean Bali dengan dukungan dari Kementrian Pariwisata. Dengan sertifikasi kompetensi yang dimiliki diharapkan dapat menambah kemampuan dan keyakinan guru mengajarkan keahliannya di sekolah.

“Untuk kegiatan magang guru SMK se Bali ini saya sangat apresiasi sekali atas kebaikan dari LSP pariwisata Bali yang sudah menganggarkan biaya untuk melakukan uji sertifikasi kompetensi bidang housekeeping untuk guru-guru SMK yang tadinya mengajar normatif adaptif atau paket A dan B telah diuji karena mengajar di bidang kompetensi keahliannya yaitu bidang housekeeping. Harapan saya guru – guru akan merasa yakin dengan kompetensi yang sudah dimilikinya karena mereka sudah diuji,”pungkasnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *