The Japan Foundation Sambut Program  Nihongo Partners Gelombang ke 11

<The Japan Foundation Sambut Program  Nihongo Partners Gelombang ke 11

Buletin Dewata, Denpasar.

Guna mendukung pengajaran Bahasa Jepang di Sekolah Menengah Atas di Indonesia, The Japan Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menempatkan Nihongo Partners sejak tahun 2014. Nihongo Partners bertugas sebagai partner dari guru Bahasa Jepang (orang Indonesia) menjadi asisten mengajar dan partner latihan dialog Bahasa Jepang serta memperkenalkan budaya Negeri Matahari Terbit.

Director General Japan Foundation, Tsukamoto Norihisa saat menyambut kedatangan Nihongo Partners gelombang ke-11 untuk penempatan di Bali, Kamis (29/8) berharap kepada para Nihongo Partners dapat memperdalam pengertian mengenai bahasa dan budaya Indonesia pada khususnya dan menyiarkannya sekembalinya ke Jepang.

Dia mengatakan, pada gelombang 11 dan 12 tahun ini sebanyak 148 orang akan ditempatkan di 13 provinsi di Indonesia dan 15 orang diantaranya akan ditempatkan di 15 sekolah wilayah Bali. Setelah orientasi selama seminggu di Jakarta, Nihongo Partners tiba di Bali untuk mengikuti upacara penyambutan. Selanjutnya memulai kegiatannya di sekolah penempatannya masing-masing.

Adapun masa penempatan mereka hingga Maret 2020. “Program ini adalah pertukaran dua arah antara Jepang dan Asia Tenggara atau Asia untuk mengenalkan Bahasa Jepang kepada masyarakat Indonesia,” jelas Tsukamoto.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menyampaikan bahwa banyak hal positif dari program tersebut. “Artinya jangan sampai perbedaan bahasa itu menyulitkan langkah untuk kita. Dari pendidikan ini tentu kita berupaya banyak hal yang bisa ditimba dari Jepang dan teknologi mereka sudah bagus. Itu bisa kita adopsi,” jelasnya.

Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, Hirohisa Chiba menambahkan, program Nihongo Partners tersebut sangat berguna baik bagi siswa siswi SMA/SMK di Bali dan guru-guru Bahasa Jepang. Begitupun bagi para Nihongo Partners karena mendapatkan tambahan ilmu terkait budaya Bali dan Indonesia pada umumnya. “Jadinya bisa belajar satu sama lain. Melalui program ini saya berharap kemampuan Bahasa Jepang para siswa semakin meningkat dan pertukaran persahabatan antara kedua bangsa kita dapat lebih ditingkatkan dalam masa mendatang,” harapnya.

Kata dia,Bali menjadi Nihongo Partners setiap tahun berturut-turut dengan jumlah yang terus meningkat. Saat ini terdapat hampir 70 ribu pelajar Bali belajar Bahasa  Jepang mulai tingkat SMA/SMK dan perguruan tinggi. “Itu cukup besar. Meningkatnya para pemuda belajar Bahasa Jepang tidak hanya disebabkan semakin populernya budaya Jepang juga karena terdapat faktor lainnya seperti makin meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang,” bebernya.

Diharapkan, minat belajar Bahasa Jepang tetap meningkat dengan berbagai program bea siswa di Jepang dan magang serta program kerja keterampilan spesifik.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *