12 Pelajar Asing Program BSBI Kemenlu RI, Menari Bali di Anjungan Penelokan Kintamani

12 Pelajar Asing Program BSBI Kemenlu RI, Menari Bali di Anjungan Penelokan Kintamani
Foto : STPBI bekerjasama Sanggar Semaranda melaksanakan Program BSBI Kemenlu RI di Kintamani, Bangli, Senin (15/7).

Buletin Dewata, Bangli.

Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) bekerjasama dengan Sanggar Semarandana melaksanakan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Cross Culture Experience pelajar asing Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) tahun 2019 dari Kementrian Luar Negeri RI. Mengangkat tema Mozaic of Indonesia kegiatan ini menampilkan kesenian tari Bali yang dibawakan para pelajar asing di Anjungan Penelokan Kintamani, Bangli, Senin (15/7).

Sebanyak 12 pelajar asing peserta Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) 2019 tampil menarikan tarian Bali seperti tari Rwa Bhineda yang menggambarkan perseteruan abadi Barong dan Rangda lambang dari kebaikan dan keburukan yang pada hakikatnya berdampingan, tari Satya Brasta dan Joget Bumbung.

Head of Tourism Management Program STPBI, Komang Trisna Pratiwi Arcana, SST.Par.,M.Par.,M.Rech.,CHE yang sekaligus ketua panitia kegiatan mengatakan melalui kegiatan PKM, STPBI bekerjasama dengan Sanggar Seni Semarandana dari Munggu Mengwi melaksanakan Program BSBI Kemenlu yang berorientasi pada upaya pembentukan citra positif Indonesia khususnya Bali dengan memperkenalkan kesenian dan budaya melalui latihan seni tari dan musik Bali serta mempromosikan destinasi wisata unggulan Bali.

“Jadi pada bulan lalu kami mengadakan cooking class di Desa Jehem Bangli dan pada hari ini kami mengadakan pertunjukkan budaya sebelum mereka akan mengakhiri kegiatannya itu tanggal 10 Agustus di Banyuwangi. Jadi mereka di Bali ini sudah dari tanggal 6 Mei mengisi kegiatan dengan belajar bahasa Indonesia, belajar musik Bali, tarian Bali, kemudian mengunjungi destinasi wisata unggulan yang ada di Bali, ” ucapnya.

Sementara, Bupati Bangli I Made Gianyar sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena menurutnya dapat membantu upaya promosi pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangli. “Bagi Kabupaten Bangli tentunya ini promosi yang luar biasa. Kita berharap promosi ini tidak hanya disini saja tetapi kita berharap kerjasama dengan STPBI ini akan bisa dilanjutkan terus sebagai ajang promosi bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Ditemui seusai pentas, Christina pelajar asing asal Jerman mengaku sangat senang bisa mengikut program BSBI ini. Namun demikian diakuinya sangat sulit menarikan tarian Bali dengan waktu latihan yang sedikit. “Saya senang ikut program BSBI. Dengan waktu latihan selama 3 bulan menari Bali agak susah,” tuturnya yang terbatah-batah dengan bahasa Indonesia.

Sedangkan, Ana pelajar asing lainnya asal Rusia mengaku akan datang ke Bali lagi untuk belajar lebih banyak kesenia dan kebudayaan Bali lainnya. ‘Saya pertama kali kesini, saya senang sekali disini keren experience. Saya belajar gamelan dengan grup saya. Ya saya mungkin mau kesini lagi untuk belajar lebih banyak, tari Bali, gamelan, lagu Bali dan saya senang sekali kesini indah,” pungkasnya senang.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *