Jumlah Sarana Komputer Tak Berimbang, Tak Jadi Kendala Siswa Ikuti UNBK di Bali

Jumlah Sarana Komputer Tak Berimbang, Tak Jadi Kendala Siswa Ikuti UNBK di Bali

Buletin Dewata, Denpasar.

Kondisi ketidakseimbangan antara jumlah siswa dengan sarana komputer yang tersedia dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) harus di evaluasi setiap tahunnya. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Wayan Sugiada, saat kunjungan ke SMA Negeri 3 Denpasar serangkaian mengecek UNBK, Selasa (02/4).

“Ketersediaan sarana komputer yang tidak seimbang jangan sampai menjadi penghalang bagi siswa dalam mengikuti UNBK, namun sebaliknya mereka mampu membagi waktu sehingga lebih mempersiapkan fisik dan psikis untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer ini”, ujar Dewa Made Indra.

Jumlah Sarana Komputer Tak Berimbang, Tak Jadi Kendala Siswa Ikuti UNBK di Bali
Foto : Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra (tengah).

Diketahui, sebanyak 29.683 siswa dari 178 SMA/ SMK Negeri dan Swasta se-Bali mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) sejak Senin kemarin. Jumlah siswa masing-masing sekolah tidak berimbang dengan fasilitas komputer yang tersedia, yang mengharuskan setiap sekolah membagi jumlah siswa menjaga 3 tahap, yaitu kelas pagi, kelas siang dan kelas sore.

Seperti sekolah di Denpasar, khususnya SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Denpasar, jumlah siswa yang mencapai 298 hanya memiliki ketersediaan 120 komputer, namun mereka terbagi menjadi tiga tahap untuk mengikuti UNBK.

Selanjutnya, masing-masing sekolah wajib menyiapkan komputer cadangan yang nantinya dapat dimanfaatkan apabila terdapat komputer yang mengalami gangguan saat ujian berlangsung, mengingat komputer merupakan piranti digital yang dapat mengalami gangguan jika terlalu panas dalam penggunaanya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *