Kapal Ikan Jepang Shofuku Maru Terima Kunjungan Siswa SMKN 2 Negara
Foto : Kapal ikan asal Jepang Shofuku Maru no.18, saat mencari ikan di lautan.

Buletin Dewata, Denpasar.

Para siswa SMKN 2 Negara diajak PT. Harini Gema Samudera mengunjungi kapal ikan dari Jepang, Shofuku Maru 18 di pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (11/7). Sebanyak 24 siswa dari jurusan nautika kapal penangkap ikan (NKPI) ini mendapatkan kesempatan belajar tentang kapal ikan asal Jepang. Mereka berkesempatan belajar  tentang alat-alat kapal longline penangkap Tuna dengan panjang 60 meter dan berat lebih dari 120 ton.

Disela – sela kunjungan siswa, Fishing Master dari kapal Shofuku Maru 18, Maekawa Wataru, mengatakan kunjungan ini merupakan program rutin yang sebelumnya juga sudah dilakukan. Pihaknya merasa senang melihat para siswa yang sangat antusias melihat seluruh isi kapal. Diharapkan dari para siswa yang datang, akan ada yang tertarik dan berminat untuk bekerja di kapal ikan ini. Menurut Maekawa, melalui kunjngan seperti ini akan dapat meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang. “Kegiatan ini merupakan program pembinaan generasi muda agar mengetahui tentang sistem kerja di kapal ikan.Anak-anak ini mesti paham. Kami harap nantinya anak-anak Indonesia juga gigih dalam hal nelayan, karena potensinya sangat besar,” ujarnya.

Dikatakan pula, kapal ikan Jepang, Shofuku Maru ini berangkat dari Jepang dan bersandar di Pelabuhan Benoa. Awak kapal ini terdiri dari 25 orang ABK, dimana 17 orang di antaranya adalah orang Indonesia. Kapal ini boperasi di zona lautan Jawa, Samudera Hindia Selatan, sampai kawasan Australia untuk menangkap ikan tuna bluefin dan tuna mebachi. Selama sekitar tujuh bulan kapal ini berlayar di lautan dan selanjutnya kembali ke Jepang.

Sementara itu, Fey Yahya, perwakilan dari PT. Harini Gema Samudera sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja di kapal-kapal ikan, menyampaikan, kapal Shofuku Maru No. 18 satu-satunya yang kapal yang berlabuh di pelabuhan Benoa Denpasar yang mengizinkan siswa berkunjung dan melihat seisi kapal ikan asal Jepang ini. ” Memang tujuan kita untuk menambah wawasan siswa, sebagai bekal mereka saat terjun di dunia kerja. Atas Kunjungan ini, kami sangat berterimakasih pada owner kapal Jepang ini,” terangnya.

Fey menambahkan bahwa, kebutuhan untuk kru kapal ikan saat ini masih cukup banyak. Bahkan di Jepang saat ini masih membutuhkan para tenaga kerja dari Indonesia. ” Dallam setahun jumlah kebutuhan kru untuk kapal ikan bisa mencapai seribu lebih. Kita berharap hal ini bisa menjadi peluang bagi generasi muda untuk mencari kerja,” imbuhnya.(ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here