“Retro Vintage” Tarik Turis ke Bali Rayakan Liburan Akhir Tahun

"Retro Vintage" Tarik Turis ke Bali Rayakan Liburan Akhir Tahun

Buletin Dewata, Kuta.

Menyambut musim liburan akhir tahun, pelaku industri perhotelan di Kuta, Badung melakukan berbagai upaya untuk menarik wisatawan memilih Pulau Bali guna meningkatkan okupansi atau tingkat hunian kamar hotel. Salah satu hotel di kawasan pariwisata Badung, menawarkan  tempat perayaan tahun baru yang indah dan menyenangkan dengan gaya “Retro Vintage” untuk wisatawan keluarga.

Retro Vintage akan hadir di lobby hotel, restoran, begitupun seluruh karyawan tampil dengan busana bergaya klasik untuk menghibur wisatawan.

“Untuk tema Retro Vintage ini akan pengunjung rasakan dari mulai kostum seluruh karyawan pada saat pesta akhir tahun, hiasan dan dekorasi di restoran dan lobby juga berbagai hiburan seperti akustik dan tarian bertema Retro Vintage,” jelas Dewi Andriani, general manager salah satu hotel di Kuta, Badung.

Dijelaskan, selain itu wisatawan juga bisa merasakan petualangan kuliner internasional dengan berbagai aneka menu pilihan seperti live cooking pasta selection, carving station buffet, burger, hotdog, bermacam salad. Pihaknya juga menyediakan paket kamar untuk masa menginap 3 hari 2 malam termasuk makan malam dan masa menginap 6 hari 5 malam untuk dua orang.

“Menyambut tahun baru 2020 akan berbeda dari tahun sebelumnya, setelah sukses menyajikan perayaan Tahun Baru dengan tema Bohemian Night di tahun lalu, kali ini kami akan mencoba untuk mengundang semua tamu untuk berpartisipasi dalam acara bergaya Retro Vintage,” katanya.

Berbagai pertunjukan yang dihadirkan di dalam hotel untuk libur Natal dan Tahun Baru 2020 ini ditargetkan untuk mencapai okupansi hingga 100% seperti tahun lalu.

“Untuk tema diadakan berbeda setiap tahunnya dan melihat tren sekarang tema Retro Vintage ini banyak digandrungi dari mulai generasi X, milenial, sampai baby boomers,” jelas Dewi.

Pada momen liburan akhir tahun ini pihaknya menyasar wisatawan mancanagera dari Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan beberapa negara di Eropa.Apalagi gaya Retro Vintage ini sedang banyak digemari oleh seluruh kalangan masyarakat diantaranya design baju, dekorasi bahkan fotografi.

“Tahun lalu kami mencapai angka okupansi 100% dan kami berharap tahun ini tidak ada penurunan dari segi okupansi,” harapnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *